Media Kampung – BPBD Kabupaten Bondowoso mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah daerah yang terdampak kekeringan. Langkah ini diambil sebagai antisipasi musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih lama tahun ini.
Pemerintah daerah melalui BPBD telah melakukan pemetaan langsung di lapangan untuk mengidentifikasi kawasan rawan bencana kekeringan. Hasil kajian tersebut menunjukkan ada sembilan kecamatan, 13 desa, dan 20 dusun yang masuk dalam kategori daerah rawan kekeringan. Berdasarkan temuan ini, pemerintah menetapkan status siaga darurat kekeringan sebagai bentuk kesiapsiagaan.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan bahwa distribusi air bersih dilakukan dengan menyesuaikan kondisi medan di masing-masing lokasi terdampak. Salah satu wilayah yang menjadi fokus adalah Kecamatan Botolinggo, yang berada di daerah pegunungan dan mengalami kesulitan akses air bersih karena sumber air terletak di sungai yang berada di bawah permukiman warga.
Untuk membantu warga di Kecamatan Botolinggo, BPBD mengerahkan dua unit truk tangki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter per unit. Air tersebut kemudian didistribusikan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Meskipun akses transportasi menuju wilayah pegunungan ini cukup menantang, respons masyarakat terhadap bantuan air bersih sangat positif, mengingat musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.
Langkah cepat BPBD Bondowoso ini menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi dampak kekeringan yang dapat mengganggu kehidupan warga, terutama di kawasan yang sulit dijangkau. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kesiapan wilayah dalam menghadapi musim kemarau agar bantuan dapat disalurkan secara optimal sesuai kebutuhan masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan