Media Kampung – Tiongkok mengajak Pakistan untuk memperkuat peran mediasi dalam penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan Iran, khususnya menjelang kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing. Dorongan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar.

Dalam percakapan tersebut, Wang Yi menegaskan pentingnya Pakistan untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sangat vital bagi perdagangan energi global. Islamabad sendiri telah aktif berupaya mendorong putaran kedua dialog langsung antara Washington dan Teheran guna meredam ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah.

Rencana kunjungan Trump ke Beijing menjadi momentum penting karena isu konflik Iran diperkirakan akan mendominasi agenda pembicaraan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping. Kedua pemimpin diramalkan membahas langkah-langkah untuk menjaga stabilitas kawasan serta menekan eskalasi konflik yang dapat mengganggu perekonomian dunia.

Dalam pertemuan tersebut, Wang Yi dan Ishaq Dar juga menyoroti urgensi mempertahankan gencatan senjata yang telah berlangsung antara AS dan Iran. Mereka sepakat bahwa menjaga kelancaran jalur pelayaran di Selat Hormuz merupakan kunci demi kestabilan ekonomi global dan keamanan regional.

Pemerintah Pakistan melaporkan bahwa kedua menteri luar negeri melakukan pertukaran pandangan secara mendalam mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah. Islamabad terus memfasilitasi komunikasi bilateral antara kedua negara, berharap upaya tersebut dapat menuntun pada perdamaian yang berkelanjutan di tengah ketegangan yang berlangsung.

Pakistani sendiri sebelumnya sukses memediasi gencatan senjata sementara selama dua pekan pada awal April antara AS dan Iran. Setelah itu, mereka menyelenggarakan pembicaraan penting di Islamabad pada tanggal 11 dan 12 April yang dihadiri delegasi tingkat tinggi dari kedua pihak guna mencari solusi atas konflik yang masih belum menemukan titik temu.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada kesepakatan final yang tercapai untuk mengakhiri permusuhan secara permanen. AS dan Iran terus bertukar usulan dan mengajukan berbagai formula perdamaian sebagai upaya melanjutkan pembicaraan langsung yang sempat terhenti.

Konflik yang terjadi telah berdampak signifikan terhadap pasokan energi dunia dan menimbulkan gangguan besar dalam perdagangan global setelah penutupan jalur strategis di Selat Hormuz. Selain itu, situasi ini turut memengaruhi keseharian masyarakat yang tinggal di kawasan Timur Tengah.

Dengan kunjungan Trump yang semakin dekat, tekanan terhadap Pakistan untuk memainkan peran lebih aktif sebagai mediator kian meningkat. Tiongkok menilai peran tersebut sangat penting untuk membuka jalan dialog yang konstruktif antara AS dan Iran demi menghindari perburukan situasi di kawasan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.