Media Kampung – Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan harapannya agar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banten bisa berperan sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui pengembangan kewirausahaan muda. Pernyataan ini disampaikan saat ia membuka rangkaian kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) HIPMI Banten di Serang pada Rabu, 13 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Andra Soni menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Banten ingin HIPMI Banten menjadi wadah utama bagi tumbuhnya pengusaha muda yang inovatif. Ia berharap organisasi ini tidak hanya menjadi rumah bagi para wirausaha muda, tetapi juga menjadi lokomotif yang menggerakkan roda perekonomian di wilayah tersebut.
Rangkaian acara yang diikuti oleh pengurus HIPMI serta pelaku usaha muda dari berbagai daerah di Banten ini bertujuan untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas kader HIPMI. Ketua Umum Badan Pengurus Daerah HIPMI Banten, Rifky Hermiansyah, menegaskan posisi HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Lebih jauh, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan BPD HIPMI Banten, Faizal Hermiansyah, menjelaskan bahwa setiap Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI di Banten memberikan rekomendasi program kerja yang kemudian disampaikan kepada Ketua Umum BPD HIPMI Banten sebagai bahan perencanaan kegiatan organisasi.
Dalam pelaksanaan Diklatda tahun ini, tema yang diangkat adalah kearifan lokal sebagai bagian dari strategi memperkuat perekonomian daerah. Kegiatan ini khusus ditujukan untuk mendukung pengusaha baru di Provinsi Banten agar lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi dan perkembangan digital.
Sementara itu, Forum Bisnis Daerah menjadi momen penting yang mempertemukan pengusaha muda dengan investor serta pemerintah daerah. Diskusi dalam forum ini juga membahas sektor hiburan dan ekonomi kreatif sebagai potensi pengembangan bisnis di Banten. Narasumber yang hadir berasal dari berbagai sektor bisnis, investasi, dan perbankan, sehingga memperkaya wawasan peserta mengenai peluang dan tantangan bisnis di daerah.
Selain itu, rangkaian acara juga mencakup pelantikan pengurus Badan Semi Otonom HIPMI yang mencakup bidang otomotif, kuliner, pasar modal dan IPO, serta womenpreneur. Kegiatan ini menunjukkan upaya HIPMI Banten dalam mengakomodasi berbagai segmen usaha yang potensial di wilayahnya.
Pada hari kedua, panitia mengumumkan lima besar peserta Business Plan Competition sebagai bagian dari program untuk mendorong inovasi dan pengembangan usaha baru. Materi bertajuk ‘UMKM Banten Naik Kelas, Indonesia Naik Level’ turut menjadi bagian dari pembahasan, menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Yusniar Juliana, bersama tokoh bisnis dan organisasi HIPMI lainnya.
Keseluruhan agenda ini diarahkan untuk menguatkan kolaborasi antara HIPMI Banten dengan pemerintah daerah serta mencetak pengusaha muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Banten secara berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan