Media KampungGunung Semeru di Lumajang kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan erupsi kolom abu yang mencapai ketinggian sekitar 900 meter di atas puncak pada Rabu pagi, 13 Mei 2026 pukul 05.53 WIB. Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke barat daya.

Pengamatan di Pos Gunung Sawur mengungkapkan bahwa ketinggian kolom abu tersebut setara dengan 4.576 meter di atas permukaan laut. Aktivitas erupsi ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimal mencapai 22 milimeter dan berlangsung selama lebih dari dua menit. Hingga laporan ini disusun, erupsi masih berlangsung tanpa henti.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang, Isnugroho, menegaskan bahwa status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau siaga. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara mulai dari Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak gunung.

PVMBG juga mengeluarkan peringatan agar warga tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berisiko terkena dampak awan panas dan aliran lahar yang mampu menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak Semeru.

Selain itu, pendaki dan masyarakat diimbau untuk menjauhi radius 5 kilometer dari kawah karena potensi lontaran batu pijar masih tinggi. Warga harus tetap waspada terhadap ancaman awan panas, guguran lava, hingga banjir lahar yang mengalir di sejumlah sungai berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Situasi terkini menunjukkan Gunung Semeru masih aktif dengan potensi erupsi susulan. Pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan mengimbau masyarakat untuk mematuhi pembatasan wilayah demi keselamatan bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.