Media Kampung – Dua siswa Madrasah Aliyah Al Furqan di Kota Padang yang memiliki tunggakan seragam sebesar Rp 300 ribu kini telah pindah ke sekolah baru yaitu sebuah SMA swasta umum. Keputusan ini membawa dampak pada pengeluaran Panti Asuhan Nur Ilahi, tempat kedua siswa tinggal.
Kedua anak tersebut merupakan yatim yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Pasaman. Mereka tinggal di Panti Asuhan Nur Ilahi yang berlokasi di Jalan Perjuangan Raya, Kurao Pagang, Kota Padang, Sumatera Barat. Ketua panti, Renol Putra, menjelaskan bahwa setelah kedua siswa pindah sekolah, biaya yang harus dikeluarkan panti justru bertambah karena jarak sekolah baru yang lebih jauh.
Renol menerangkan bahwa selama ini panti memberikan uang jajan harian sebesar Rp 10 ribu untuk anak SD dan Rp 15 ribu untuk anak SMP dan SMA. Namun untuk dua siswa yang pindah tersebut, biaya transportasi menjadi lebih tinggi karena mereka harus menggunakan ojek terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan dengan angkutan kota.
“Gara-gara kasus ini, khusus dua anak yang dipindahkan sekolah kini bertambah biaya transportasi, karena lokasi jauh. Mereka kami berikan Rp 26 ribu per hari,” ujar Renol pada Selasa (12/5). Sebelumnya, lokasi Madrasah Aliyah Al Furqan cukup dekat dengan panti sehingga siswa hanya perlu menaiki satu angkutan umum.
Selain biaya transportasi, panti juga menanggung kebutuhan sehari-hari 25 anak dari berbagai daerah. Renol menyebutkan bahwa biaya makan sehari mencapai Rp 300 ribu untuk tiga kali makan, dan semua kebutuhan anak-anak hingga kini masih dapat terpenuhi berkat bantuan dari para donatur.
Renol menyampaikan bahwa seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan anak-anak di panti selama ini bergantung pada donasi. Meskipun ada tantangan baru akibat perpindahan sekolah dua siswa tersebut, kondisi panti secara keseluruhan masih berjalan dengan baik dan kebutuhan anak-anak tetap terjaga.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan