Media Kampung – Program Papua Pintar menjadi salah satu inisiatif TNI untuk mengatasi keterbatasan tenaga pendidik di wilayah pedalaman Papua dengan menghadirkan prajurit sebagai guru sekaligus motivator bagi anak-anak setempat.

Dalam pelaksanaannya, Komando Operasi TNI HABEMA mengambil peran aktif dengan menempatkan anggota mereka di sejumlah sekolah terpencil di Papua. Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa prajurit TNI berperan tidak hanya mengajarkan kemampuan dasar seperti membaca dan menulis, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai persatuan, disiplin, cinta tanah air, dan semangat kebersamaan kepada siswa.

Prajurit yang mengenakan seragam loreng ini berusaha menjadi lebih dari sekadar guru, mereka juga menjadi sahabat belajar dan sumber motivasi bagi anak-anak Papua agar tumbuh menjadi generasi yang percaya diri dan berkarakter.

Program ini dipimpin oleh Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan selaku Komandan Satgas Teritorial, dengan dukungan dari beberapa batalyon infanteri seperti Yonif 751/VJS di Distrik Sentani, Yonif 753/AVT di Distrik Tomka, Yonif 113/JS di Distrik Pogapa, dan Yonif 121/MK di Distrik Kalimo. Seluruh aktivitas berada di bawah koordinasi Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga.

Aulia juga menegaskan bahwa kehadiran TNI di Papua bukan hanya sebagai unsur pengamanan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul. Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi untuk menciptakan generasi Papua yang cerdas dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah dan Indonesia secara keseluruhan.

Inisiatif ini menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan pendidikan di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan aksesibilitas tinggi. Dengan peran aktif sebagai tenaga pendidik, TNI berharap dapat membantu mengatasi kesenjangan pendidikan serta menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan generasi muda Papua.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.