Media Kampung – Universitas Sriwijaya (Unsri) mengadakan kunjungan studi banding ke Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin (11/5) untuk mempelajari pengembangan sistem informasi terintegrasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Unsri dalam menyesuaikan tata kelola kampus setelah bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Pusat UGM, kedua universitas membahas berbagai aspek pengelolaan kampus mulai dari sistem informasi, keuangan, pengadaan barang dan jasa, hingga transformasi digital secara menyeluruh. Studi banding ini dimaksudkan sebagai sarana tukar pengalaman untuk mengakselerasi pembangunan sistem digital di Unsri yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan UGM, Prof. Dr. Supriyadi, M.Sc., menjelaskan bahwa UGM telah melalui proses transisi sebagai PTN-BH selama kurang lebih satu dekade. Perubahan status tersebut mendorong universitas untuk terus berinovasi dan menyempurnakan sistem informasi guna menunjang layanan akademik dan administrasi secara efektif. “Transformasi digital tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan penyesuaian regulasi dan integrasi antarunit kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, Pengadaan, dan Logistik Unsri, Prof. Dr. Bernadette Robiani, M.Sc., mengungkapkan bahwa pembangunan sistem informasi yang mengintegrasikan layanan keuangan, aset, perpajakan, dan pengadaan barang menjadi prioritas utama Unsri pasca status PTN-BH. Mereka telah membentuk tim lintas bidang yang melibatkan tenaga teknologi informasi, keuangan, dan pengadaan untuk mempercepat proses tersebut. “Sistem yang ada saat ini belum saling terhubung sehingga perlu pengembangan yang terintegrasi,” katanya.
Tim pengembangan sistem Unsri yang terdiri dari dosen dan mahasiswa bidang teknologi informasi mulai bekerja sejak sebulan terakhir. Kunjungan ke UGM diharapkan dapat memberikan gambaran dan pengalaman nyata mengenai tata kelola berbasis sistem digital yang sudah diterapkan secara matang di UGM.
Direktur Direktorat Teknologi Informasi UGM, Prof. Dr. Ir. Ridi Ferdiana, S.T., M.T., IPM, mengungkapkan bahwa awalnya sistem informasi di UGM berjalan secara terpisah di setiap fakultas dan unit kerja sehingga membutuhkan waktu panjang untuk integrasi. UGM kemudian mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Terpadu (Simaster) yang memungkinkan akses berbagai layanan kampus melalui satu akun menggunakan single sign-on (SSO). Sistem ini mencakup layanan akademik, keuangan, pengadaan, hingga pengelolaan data kampus.
Prof. Ridi juga menyampaikan bahwa UGM tengah mengembangkan konsep “intelligent university” dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk mendukung pengambilan keputusan dan analisis data. Selain itu, UGM mengembangkan layanan berbasis Internet of Things (IoT) seperti sistem transportasi hijau menggunakan sepeda kampus dan pengelolaan akses kendaraan berbasis kamera serta QR Code yang terhubung langsung dengan Simaster.
Di sektor keuangan, Direktur Direktorat Keuangan UGM, Prof. Syaiful Ali, MIS., Ph.D., menjelaskan bahwa seluruh proses administrasi keuangan telah terintegrasi secara digital dengan dukungan sistem host-to-host bersama sejumlah bank. Hal ini mempercepat proses pembayaran UKT dan transaksi lain yang sebelumnya memakan waktu hingga beberapa hari kini bisa selesai dalam satu hari.
Sistem keuangan digital tersebut juga mendukung pengelolaan rekening virtual, sistem ID billing, dan pembayaran berbasis e-wallet. Integrasi ini meningkatkan transparansi dan efisiensi pengawasan arus kas universitas, serta mempercepat layanan administrasi tanpa bergantung pada dokumen fisik.
Kepala Kantor Pengadaan UGM, Teguh Sudibyo, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa sistem pengadaan di UGM telah terintegrasi melalui platform digital bernama Sipintar yang mengelola seluruh tahapan mulai dari perencanaan hingga monitoring pembayaran. UGM juga mengembangkan e-katalog internal untuk meningkatkan transparansi dan meminimalkan potensi kecurangan dalam proses pengadaan.
Kunjungan studi banding ini menjadi langkah strategis bagi Universitas Sriwijaya dalam mempercepat transformasi digital dan membangun sistem informasi yang terintegrasi guna mendukung tata kelola dan layanan kampus yang lebih baik di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan