Media Kampung – Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah serius dalam mendukung pendidikan inklusif dengan menggratiskan biaya pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dari keluarga kategori desil 1 hingga 5, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Kebijakan ini bertujuan memastikan tidak ada anak yang terhambat belajar karena kendala biaya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan kelas inklusi agar akses pendidikan dapat merata dan tepat sasaran. Langkah ini mencerminkan komitmen Pemkot Surabaya untuk memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak, terutama mereka yang membutuhkan perhatian khusus.
Peresmian PAUD Negeri Seruni Sidotopo menjadi momen penting yang juga dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Gogot Suharwoto, serta Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Praptono. PAUD ini mengusung konsep integrasi antara PAUD, TK, dan SD dalam satu lokasi, yang dirancang untuk membangun karakter anak sejak usia dini secara berkesinambungan.
Dalam model ini, anak SD belajar menjaga adik-adiknya yang lebih muda, sementara anak PAUD dan TK dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang akan mereka jalani. Pendekatan ini memudahkan proses transisi pendidikan dan menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini.
Uniknya, PPT Seruni Nambangan yang berlokasi dekat pasar, lahir dari pengalaman pribadi Wali Kota Eri dalam mengamati kesulitan pedagang pasar yang harus mengawasi anak sambil bekerja. Dengan adanya fasilitas pendidikan di lokasi tersebut, anak-anak tetap mendapat pendidikan sementara orang tua dapat menjalankan kegiatan ekonomi tanpa hambatan.
Strategi ini menunjukkan bagaimana perencanaan pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lokal, sehingga pendidikan dan aktivitas ekonomi keluarga bisa berjalan beriringan. Ini menjadi bukti visi Surabaya dalam membangun pendidikan yang inklusif, praktis, dan berorientasi pada masyarakat luas.
Pemkot Surabaya berupaya menyediakan fasilitas yang ramah bagi semua anak dengan menyesuaikan lokasi serta metode pembelajaran sesuai konteks kehidupan keluarga. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh di lingkungan yang mendukung, aman, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh melalui pendidikan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan