Media Kampung – Universitas Jember (UNEJ) secara resmi melepas 263 mahasiswa yang akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode I tahun akademik 2024/2025. Sebanyak 233 mahasiswa akan menjalani KKN UNEJ Membangun Desa (UMD) di beberapa wilayah Jawa Timur, sementara 30 mahasiswa lainnya bergabung dalam program KKN Kolaboratif di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) Mandalika di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Upacara pelepasan berlangsung di Gedung Soetardjo, Jember, pada 13 Januari 2025. Rektor UNEJ, Iwan, mengingatkan para peserta agar memaksimalkan kesempatan tersebut untuk mengasah soft skill seperti komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan mencari solusi, yang tidak cukup hanya dipelajari secara teori di kelas. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan keterampilan lunak agar sukses di dunia nyata.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNEJ, Prof. Yuli Witono, menjelaskan bahwa program KKN UMD melibatkan 76 mahasiswa di Bondowoso yang tersebar di empat kecamatan dan delapan desa. Di Jember, terdapat 80 mahasiswa yang ditempatkan di empat kecamatan dan delapan desa. Situbondo mengirimkan 58 mahasiswa ke tiga kecamatan dan enam desa, sedangkan Banyuwangi mengikutsertakan 19 mahasiswa di satu kecamatan dan dua desa. Para peserta akan didampingi oleh 24 dosen pembimbing lapangan selama 45 hari pelaksanaan KKN.

Prof. Yuli menambahkan bahwa tema utama KKN tahun ini berfokus pada ketahanan pangan dengan tetap memperhatikan persoalan riil di masing-masing desa. Mahasiswa diharapkan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan mengidentifikasi potensi desa agar program yang dijalankan tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, program KKN Kolaboratif 3T Mandalika diikuti oleh mahasiswa dari UNEJ, Universitas Telkom Bandung, STIA Pembangunan Jember, dan Universitas Islam KH Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember. Mereka akan bekerja sama mengembangkan desa wisata berbasis potensi dan kearifan lokal di Kabupaten Mataram dan Kabupaten Lombok Timur, NTB. Pelaksanaan KKN ini melibatkan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten setempat serta organisasi non-pemerintah seperti Lombok Resources Center.

Sekretaris bidang Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UNEJ, Ali Badrudin, menyatakan minat mahasiswa UNEJ mengikuti program KKN di luar Jawa cukup tinggi. Dari 62 pelamar untuk program KKN Kolaboratif 3T Mandalika, sebanyak 30 mahasiswa berhasil lolos seleksi dan akan menjalani kegiatan di NTB.

Pelepasan mahasiswa ini menandai dimulainya pengabdian mereka di masyarakat yang diharapkan dapat memberikan dampak positif sekaligus memperkaya pengalaman mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu dan mengembangkan keterampilan sosial di lapangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.