Media Kampung – Pendidikan tidak lagi menjadi prioritas di banyak kalangan, menimbulkan kekhawatiran bahwa masa depan individu dan bangsa kini terancam oleh kurangnya investasi dalam pengetahuan.

Di tingkat pribadi, pelajar semakin tergoda oleh media sosial, hiburan digital, dan keinginan cepat memperoleh uang, sehingga motivasi belajar menurun drastis.

Orang tua pula sering menomorduakan pendidikan anak karena tekanan ekonomi, menganggap biaya sekolah sebagai beban daripada investasi jangka panjang.

Pemerintah juga tampak mengalihkan fokus kebijakan publik ke agenda pembangunan yang dianggap menghasilkan hasil cepat, sementara kualitas pendidikan mendapat perhatian yang lebih minim.

“Pendidikan akhirnya dipandang sebagai beban biaya, bukan investasi jangka panjang,” demikian tulisan di Kumparan menegaskan bahwa persepsi ini menggerogoti nilai pendidikan.

Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia, mengurangi kemampuan inovasi, serta melemahkan daya saing nasional di pasar global yang semakin kompetitif.

Tanpa generasi yang terdidik dengan baik, negara akan kesulitan menghadapi tantangan teknologi baru, perubahan iklim, dan persaingan tenaga kerja internasional.

Selain itu, kesenjangan sosial semakin melebar karena hanya keluarga yang memiliki akses dan kesadaran tinggi yang mampu menjaga kualitas pendidikan bagi anak mereka.

Pendidikan bukan sekadar proses di kelas; ia membentuk karakter, menumbuhkan pola pikir kritis, dan melatih kemampuan beradaptasi yang esensial bagi kemajuan sosial.

Menjadikan pendidikan kembali prioritas memerlukan peran bersama: orang tua harus menanamkan nilai pentingnya belajar, sekolah menyajikan kurikulum relevan, dan pemerintah memastikan akses merata serta standar kualitas yang tinggi.

Upaya konkret meliputi program beasiswa yang menargetkan keluarga berpenghasilan rendah, pelatihan guru berbasis teknologi, serta kebijakan subsidi pendidikan yang mengurangi beban biaya bagi orang tua.

Meski tren menurunnya prioritas pendidikan masih terlihat, kesadaran publik mulai tumbuh, menandakan bahwa perubahan arah masih memungkinkan jika semua pihak bertindak cepat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.