Media Kampung – Sebuah kapal kargo berflag Panama yang dioperasikan oleh perusahaan Korea Selatan HMM meledak di perairan Selat Hormuz pada Senin malam, menimbulkan kebakaran besar namun tidak ada korban jiwa.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan yang dikutip Reuters, 24 anggota awak, termasuk enam warga Korea Selatan dan delapan belas warga asing, berhasil dievakuasi dengan selamat.

Kebakaran bermula di ruang mesin ketika kapal sedang berlabuh di perairan lepas pantai Uni Emirat Arab, dan tim awak menggunakan karbon dioksida untuk memadamkannya selama sekitar empat jam.

HMM menyampaikan bahwa rekaman kamera keamanan menunjukkan api berhasil dipadamkan, namun penyebab pasti ledakan masih belum dapat dipastikan dan akan dianalisis setelah kapal ditarik ke pelabuhan Dubai.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Iran menembaki kapal tersebut melalui platform Truth Social, tetapi tidak ada konfirmasi resmi dari pihak Tehran atau badan keamanan maritim internasional.

Pernyataan Trump memicu sorotan politik, sementara pemerintah Korea Selatan menegaskan bahwa investigasi akan dilakukan secara menyeluruh tanpa prasangka terhadap pihak manapun.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan menambahkan bahwa keputusan untuk bergabung dalam operasi pengawalan Amerika, yang disebut Project Freedom, akan dipertimbangkan dengan hati-hati berdasarkan hukum internasional dan keamanan regional.

Para pejabat HMM menyatakan bahwa kapal akan ditarik menggunakan tunda ke Dubai dalam beberapa hari ke depan untuk pemeriksaan struktural dan penilaian kerusakan.

Insiden ini terjadi pada saat ketegangan di Selat Hormuz meningkat pasca konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang sejak akhir Februari telah mengganggu alur perdagangan minyak dunia.

Yonhap melaporkan bahwa meskipun tidak ada luka-luka, kebakaran meninggalkan kerusakan signifikan pada ruang mesin, sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran sampai hasil inspeksi selesai.

Pemerintah Korea Selatan mengadakan rapat internal di Istana Kepresidenan untuk meninjau langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penyesuaian rute kapal-kapal Korea ke perairan alternatif demi menghindari risiko serangan.

Sejumlah analis maritim menyarankan bahwa kejadian ini menegaskan pentingnya koordinasi regional dalam mengamankan jalur laut penting seperti Selat Hormuz, yang menjadi arteri utama bagi ekspor energi Asia.

Hingga kini, belum ada laporan resmi dari organisasi maritim internasional yang mengonfirmasi adanya serangan eksternal, sementara pihak HMM tetap membuka kemungkinan antara faktor teknis internal atau tindakan luar yang menyebabkan ledakan.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa kapal sedang berada dalam proses penarikan, dan otoritas Korea Selatan menunggu hasil penyelidikan untuk menginformasikan publik lebih lanjut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.