Media Kampung – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyatakan akan segera memperbaiki kondisi jalan di Tapanuli Selatan usai insiden seorang ibu hamil yang harus ditandu selama enam jam untuk menuju rumah sakit. Peristiwa ini terjadi karena akses jalan yang masih berupa tanah dan sulit dilalui, sehingga menghambat penanganan medis yang cepat.

Kejadian bermula pada Sabtu, 9 Mei 2026, ketika Tuti Daulay, seorang ibu hamil dari Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, terpaksa digotong oleh sekitar 20 warga menggunakan bambu dan rotan menuju rumah sakit yang berjarak sekitar 30 kilometer. Kondisi jalan yang sempit dan belum beraspal membuat kendaraan roda dua pun sulit melewati jalur tersebut.

Dokter kampung setempat, Samsul Bahri Sihombing, menjelaskan bahwa Tuti awalnya mengalami masalah pada kandungannya karena bayi di dalamnya sudah meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan medis. Oleh sebab itu, Samsul menyarankan agar Tuti segera dibawa ke rumah sakit untuk tindakan lebih lanjut. Meski perjalanan memakan waktu lama, Tuti akhirnya menjalani operasi dan berhasil diselamatkan, namun bayi dalam kandungannya tidak tertolong.

Menanggapi hal ini, Bobby Nasution menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya bayi tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan segera mengambil langkah untuk memperbaiki infrastruktur jalan di Kecamatan Arse. “Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Kami akan cek kondisi jalan, apakah rusak akibat bencana atau memang sudah lama, dan segera perbaiki dengan dana khusus yang sudah tersedia,” ujarnya saat ditemui di kantor Gubernur pada Selasa, 12 Mei 2026.

Selain perbaikan jalan, Bobby juga menyatakan bahwa pemerintah akan mempercepat program peningkatan fasilitas kesehatan berupa puskesmas rawat inap di daerah tersebut. Program yang semula dijadwalkan mulai tahun 2027 ini dipercepat berkat dukungan anggaran dari Presiden melalui Transfer ke Daerah (TKD).

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, menambahkan bahwa tenaga kesehatan seperti bidan akan ditempatkan di wilayah terpencil, khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan. Hamid juga menyampaikan rencana pelaksanaan program Jaminan Persalinan, yang menyediakan rumah tunggu persalinan dengan fasilitas dasar agar ibu hamil yang sulit mengakses layanan kesehatan dapat mendapatkan pertolongan dengan lebih mudah ketika terjadi keadaan darurat.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur dan peningkatan layanan kesehatan di daerah terpencil agar kejadian serupa tidak terulang. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk segera menindaklanjuti dan memastikan akses kesehatan bagi masyarakat di Tapanuli Selatan semakin baik ke depannya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.