Media KampungPemerintah Kota Surabaya terus memperluas akses pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan menjangkau anak-anak usia 5-6 tahun yang belum terdaftar di sekolah. Upaya ini dilakukan melalui verifikasi lapangan yang berhasil mengidentifikasi dan menjangkau hampir seluruh anak yang belum mengenyam layanan PAUD.

Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, menjelaskan bahwa dari puluhan ribu anak yang terindikasi belum sekolah, sebanyak 98,61 persen atau sekitar 25.497 anak berhasil diakses dan didaftarkan ke layanan PAUD. Proses ini melibatkan kerja sama erat dengan tingkat kelurahan dan pengelolaan data yang transparan menggunakan Aplikasi Si Bunda.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara 19 organisasi perangkat daerah, akademisi, serta media massa yang turut mendukung pengawasan dan pengembangan pendidikan anak usia dini di kota tersebut. Kolaborasi ini menjadi contoh sistem pendidikan yang terstruktur dan mengedepankan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Surabaya merencanakan pembangunan tiga unit PAUD Negeri tambahan pada tahun 2027 sebagai bagian dari visi jangka panjang untuk mendukung terciptanya Generasi Emas 2045 yang cerdas, sehat, dan berkarakter. Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat pondasi pendidikan anak usia dini sebagai investasi strategis dalam membentuk kemampuan dan karakter anak-anak di masa depan.

Langkah strategis ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam memastikan setiap anak mendapat akses pendidikan yang layak dan berkualitas. Dengan dukungan berbagai pihak dan pengelolaan yang transparan, Surabaya terus berupaya meningkatkan mutu dan pemerataan layanan PAUD di seluruh wilayahnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.