Media Kampung – Sejumlah sekolah di Kabupaten Bondowoso mengalami kerusakan serius akibat bencana alam serta keausan struktural sejak awal 2026, dan kini menanti program revitalisasi sekolah yang dikelola pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menyatakan bahwa perbaikan fisik masuk dalam agenda revitalisasi pusat, namun pelaksanaannya terhambat oleh keterbatasan anggaran daerah.

Meski total anggaran pendidikan mencapai sekitar Rp600 miliar, mayoritas dana terserap untuk honorarium pegawai, guru, pengawas, serta PPPK paruh waktu, yang totalnya mencapai lebih dari Rp13 miliar.

Anggaran tersebut juga mencakup belanja operasional seperti Bosdamadin dan BOSP untuk seluruh SD dan SMP di kabupaten, sementara alokasi untuk pembangunan infrastruktur masih minim.

Taufan menegaskan bahwa Dinas Pendidikan telah mengajukan permohonan perbaikan sekolah ke pemerintah pusat, dan bila tidak terwujud, akan mencari skema pembiayaan alternatif melalui APBD.

Data Dinas mencatat lebih dari satu belas sekolah mengalami kerusakan, termasuk SDN Banyuwulu 4 yang telah rusak selama empat tahun, serta SDN Banyuputih 1 yang kehilangan satu ruang kelas pada 23 April 2026.

Perpustakaan SDN Sumbersalam runtuh pada 24 Februari 2026 akibat cuaca ekstrem, sementara TK NU Bondowoso, SMP NU 7 Wringin, dan PAUD di Desa Gubrih turut terdampak oleh angin kencang dan longsor.

Untuk perbaikan SDN Banyuputih diperkirakan memerlukan biaya sekitar Rp800 juta, angka yang dianggap tinggi mengingat anggaran operasional yang dominan.

Jika permohonan ke pemerintah pusat tidak terealisasi, Dinas berupaya menyesuaikan prioritas dalam APBD dengan skema pembiayaan baru, meski hal ini memerlukan persetujuan legislatif daerah.

Kondisi ini mencerminkan tantangan pendidikan di wilayah rawan bencana, di mana dana operasional seringkali mengalahkan kebutuhan infrastruktur kritis.

Hingga kini, belum ada keputusan final mengenai jadwal revitalisasi, sehingga para siswa dan guru masih harus beradaptasi dengan fasilitas belajar yang kurang memadai.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.