Media Kampung – Francisco Rivera mengakui kekecewaan mendalam setelah Persebaya Surabaya hanya menembakkan empat tembakan dalam laga melawan Madura United, yang berujung pada kekalahan 1-2 di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat 17 April 2026.

Pertandingan berlangsung di hadapan ribuan suporter Bonek dan Bonita, namun dominasi bola yang mencapai 71 persen tidak berhasil diterjemahkan menjadi gol, sementara Madura United mencetak gol pertama pada menit ke-23 melalui serangan balik cepat.

Persebaya menambah tekanan pada menit ke-57 dengan peluang tunggal yang dihadirkan oleh Francisco Rivera, namun tembakan kerasnya meleset jauh ke sisi gawang lawan, mempertegas statistik empat tembakan total tim tuan rumah.

Statistik individu menunjukkan Rivera menguasai lini tengah dengan 84 menit bermain, 5 operan kunci, dan 3 kali menciptakan peluang berbahaya, menjadikannya motor serangan utama meski hasil akhir tidak memuaskan.

Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Rivera menyatakan, “Kami sangat kecewa karena kalah, kami pikir kami mampu mengontrol permainan dan mengikuti rencana pelatih, tetapi penyelesaian akhir kami sangat kurang,” menegaskan rasa frustrasi atas performa tim.

Pelatih Persebaya menambahkan bahwa taktik menahan bola dan menunggu umpan terobosan telah dijalankan dengan baik, namun eksekusi di kotak penalti membutuhkan peningkatan signifikan untuk menghindari hasil serupa di pertandingan berikutnya.

Strategi Madura United berfokus pada pertahanan rapat dan serangan balik cepat, sehingga mereka mampu menahan tekanan tinggi Persebaya dan memanfaatkan ruang kosong di lini belakang pada dua kesempatan berbeda.

Kegagalan finishing menjadi catatan kritis bagi Persebaya musim ini; meski menciptakan lebih dari 15 peluang jelas, hanya satu gol yang berhasil dicetak pada menit ke-82 oleh Riyan Ardiansyah.

Reaksi suporter di tribun terlihat campur aduk; sebagian menyalahkan kurangnya penyelesaian, sementara sebagian lainnya menyoroti keputusan wasit yang dianggap tidak berpihak.

Kekalahan ini menurunkan posisi Persebaya menjadi peringkat ke-7 di klasemen Liga 1, sementara Madura United naik satu posisi berkat tiga poin penuh yang diraih.

Persebaya dijadwalkan bertemu Persija Jakarta pada Minggu 23 April 2026 di Stadion Patriot Chandrabhaga, pertandingan yang dianggap penting untuk memperbaiki catatan gol dan mengembalikan kepercayaan pendukung.

Menutup sesi, Rivera menegaskan tekad tim untuk memperbaiki akurasi tembakan, meningkatkan kerja sama antar lini, dan kembali menunjukkan kualitas yang diharapkan oleh para suporter setia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.