Media Kampung – 18 April 2026 | Persebaya Surabaya menelan kekalahan 1-2 dari Madura United pada laga Super League pekan ke-28 yang digelar di Gelora Bung Tomo, Jumat 17 April 2026, menambah tekanan pada posisi zona merah.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi, namun Madura United berhasil membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui tembakan luar kotak penalti oleh Lulinha yang menembus gawang Persebaya.

Gol pertama tersebut memaksa Persebaya beralih ke taktik menyerang, namun Madura United kembali memperlebar selisih pada menit ke-64 lewat serangan balik cepat yang dikoordinasikan Riquelme, mengonversi umpan silang menjadi gol.

Setelah dua gol keunggulan, Persebaya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-82 berkat gol Riyan Ardiansyah, yang menerima umpan cantik dari Milos Raickovic dan mengeksekusi dengan tepat.

Meskipun gol penyeimbang tercipta, Madura United kembali mengamankan tiga poin dengan menahan tekanan di menit-menit akhir, menyegel kemenangan 2-1 yang menambah tiga angka di klasemen.

Pelatih Madura United, Bernardo Tavares, menyatakan kepuasannya atas disiplin tim, “Kami menunggu momen yang tepat dan memanfaatkan peluang dengan efisien,” menegaskan pentingnya kontrol permainan.

Sementara itu, pelatih Persebaya, Iwan Setiawan, mengakui kesalahan tim, “Kami kurang konsentrasi di babak pertama dan kedua, serta keputusan wasit yang kontroversial memengaruhi alur pertandingan,” menyoroti dua gol yang dianggapnya dipengaruhi keputusan offside.

Riyan Ardiansyah mencatat momen bersejarah, menjadi pemain pinjaman pertama yang mencetak gol bagi Persebaya sejak bergabung pada putaran kedua, menambah catatan pribadi di Super League musim ini.

Analisis statistik menunjukkan Persebaya selalu kebobolan pada babak pertama dan kedua dalam dua kekalahan terakhir, menandakan kerentanan defensif yang konsisten.

Kekalahan ini menurunkan Persebaya ke peringkat keenam dengan 38 poin, sementara Madura United melaju ke posisi keempat dengan 42 poin, memperlebar jarak dari zona aman.

Posisi zona merah kini mengharuskan Persebaya berjuang keras pada sisa dua pertandingan musim ini untuk menghindari degradasi.

Di sisi lain, Madura United menunjukkan performa stabil, mencatat lima kemenangan dalam sepuluh laga terakhir, menegaskan ambisinya mengejar tempat playoff.

Kontroversi seputar keputusan wasit pada gol kedua Madura United, yang dianggap melanggar aturan offside, memicu protes dari tim Persebaya namun tidak mengubah hasil akhir.

Taktik Madura United menitikberatkan pada pertahanan rapat dan serangan balik cepat terbukti efektif, memaksa Persebaya mengandalkan serangan sayap yang tidak menghasilkan peluang jelas.

Persebaya berusaha meningkatkan intensitas tekanan, namun kurangnya akurasi tembakan di area terlarang membuat peluang gol tetap minim.

Suporter Bonek menyuarakan kekecewaan lewat chants di tribun, menuntut perbaikan strategi dan konsistensi performa tim di pertandingan-pertandingan mendatang.

Ke depan, Persebaya akan menjamu Persib Bandung di kandang pada pekan berikutnya, sementara Madura United akan mengunjungi Arema FC, keduanya berpotensi mengubah dinamika klasemen.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.