Media Kampung – Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, memicu sorakan di tribun VVIP dan membantu tim menambah tiga poin melawan Bhayangkara FC pada 4 Mei 2026.
Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, dengan penonton menatap aksi kedua tim pada senja hari itu.
Pada menit ke‑70, PSM mengalami tekanan intensif dari Bhayangkara yang menguasai lini tengah, memaksa Yuran turun dari bangku cadangan ke tribun utama.
Yuran mengenakan kaos hitam dan celana pendek krem, lalu melompat ke tribun VVIP utama sambil melambaikan tangan kepada rekan‑setimnya.
Sesaat setelah itu, ia mulai berteriak keras menegur wasit dan memotivasi pemain, “Ayo, kamu mau di sirkuit apa tidak? Luka, maju, maju. Bicaranya lebih sering, fokus!” ujar Yuran kepada rekan setimnya, dilaporkan mediakampung.com.
Protes Yuran tidak hanya ditujukan kepada wasit, ia juga menuntut agar keputusan tekel terhadap Luka Cumic dipertimbangkan kembali.
“Wasit dia melakukan tekel,” kata Yuran, menambah tekanan pada ofisial pertandingan.
Selain itu, Yuran meminta tim medis segera mengobati Luka Cumic agar dapat kembali berkontribusi di lapangan.
Reaksi penonton di tribun VIP beragam; sebagian terkesima, sementara tim pengamanan memberi tepuk tangan mengapresiasi semangat sang kapten.
Gol pertama PSM dicetak oleh Dusan Lagator pada menit ke‑55 setelah serangan balik cepat.
Setelah gol pertama, tekanan Bhayangkara kembali meningkat, namun Yuran terus menggalang semangat tim dengan teriakan motivasi.
Luka Cumic, yang sebelumnya cedera, kembali masuk sebagai pengganti pada menit ke‑78, berkat dorongan Yuran.
Pada menit ke‑84, Luka Cumic berhasil menembus pertahanan Bhayangkara dan mencetak gol penentu kemenangan 2‑1.
Kemenangan tersebut mengangkat PSM ke posisi ke‑13 dengan 34 poin, satu tempat di atas Persijap Jepara.
Dengan tiga poin tambahan, PSM menjauh dari zona degradasi yang selama ini mengancam klub.
Sementara Bhayangkara FC tetap berada di peringkat ketujuh dengan 47 poin, tidak mampu mengejar selisih poin dengan tim di atasnya.
Pertandingan tersebut menjadi sorotan media sosial setelah video aksi Yuran menyebar luas, menambah popularitas sang kapten.
Menurut pelatih Ahmad Amiruddin, Yuran menunjukkan kepemimpinan di luar lapangan yang jarang terlihat pada pemain lain.
“Dia bukan hanya pemain, dia komando di tribun,” ujar Amiruddin dalam konferensi pers pasca‑pertandingan, dikutip mediakampung.com.
Statistik resmi liga mencatat bahwa Yuran mencatatkan total tembakan 4 kali, meski tidak ada gol, namun kontribusinya dalam mengatur tempo tim tak dapat diabaikan.
Penampilan Yuran juga meningkatkan moral rekan setim, terbukti dari peningkatan penguasaan bola PSM di paruh kedua.
Sejumlah analis sepak bola menilai aksi Yuran sebagai contoh kepemimpinan emosional yang dapat mengubah dinamika tim dalam situasi kritis.
Keputusan wasit terkait tekel Luka Cumic tetap menjadi perdebatan, namun tidak menghalangi PSM meraih hasil maksimal.
Keberhasilan PSM pada laga ini memperkuat harapan klub untuk tetap bertahan di Liga 1 musim depan.
Penggemar PSM menantikan penampilan selanjutnya, khususnya bagaimana Yuran akan memimpin tim dalam pekan‑pekan mendatang.
Stadion Gelora BJ Habibie kembali menjadi saksi momen penting dalam sejarah PSM berkat aksi Yuran di tribun.
Dengan tiga poin, PSM menutup pekan ke‑31 dengan catatan positif, menyiapkan strategi untuk mengamankan poin pada pekan‑32.
Media lokal melaporkan bahwa Yuran akan dijadwalkan untuk mengikuti sesi pelatihan kepemimpinan tim di akademi klub.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan