Media KampungTimnas Indonesia U-17 akan memulai kampanye di Piala Asia U-17 2026 melawan tim China pada Selasa, 5 Mei 2026 pukul 23.30 WIB. Pertandingan dibuka di King Abdullah Sports City Training Stadium (Pitch A), Jeddah, Arab Saudi, dan menjadi laga pembuka Grup B. Kedua tim sama-sama menempati posisi strategis; Indonesia masuk Pot 2 setelah lolos sebagai perempat final Piala Asia 2025, sementara China berada di Pot 3. Laga ini menjadi ujian pertama bagi Garuda Muda dalam turnamen yang berlangsung hingga 22 Mei, dengan peluang lolos grup sangat dipengaruhi hasil pertama ini.

Indonesia membawa bayang‑bayang kekalahan dari dua pertemuan uji coba melawan China di Tangerang pada Februari lalu, dengan skor 0‑7 dan 2‑3. Kegagalan tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan pemain dan suporter, namun tim berhasil bangkit dengan hasil imbang 0‑0 melawan Vietnam U-17 dalam laga penutup Piala AFF U-17 2026. “Kekalahan di Tangerang memberi pelajaran penting, kami tidak ingin mengulangnya di panggung Asia,” ujar pelatih Kurniawan Dwi Yulianto dalam konferensi pers pra‑turnamen.

Persiapan tim difokuskan pada adaptasi iklim panas Jeddah, di mana suhu siang hari bisa mencapai 35°C. Kurniawan menekankan pentingnya latihan malam untuk menyesuaikan ritme pertandingan yang dijadwalkan pada larut malam. “Kami mengingatkan pemain untuk banyak minum air dan melakukan pendinginan setelah sesi latihan,” katanya. Selain itu, tim melakukan evaluasi taktik menyeluruh setelah kegagalan di AFF, menambah intensitas latihan pressing dan pergerakan lini tengah untuk menahan serangan cepat China.

Susunan pemain yang diprediksi oleh Bola.com menampilkan formasi 4‑3‑3 dengan Mika Rajasa di gawang, tiga bek kanan‑kiri, serta lini tengah yang mengandalkan Duva Yunna, Ridho, dan Ichiro Akbar. Lini depan diisi oleh Sean Rahman, Keanu Senjaya, dan Noa Pohan. Pelatih menilai peluang kemenangan berada pada kisaran 45‑55 persen, mengingat catatan head‑to‑head dan kondisi fisik pemain. “Kami siap, artinya setelah kami gagal di AFF kami sepakat untuk introspeksi dan kami sudah melakukan evaluasi, mudah‑mudahan sisa waktu yang ada kami manfaatkan untuk melatih taktik sebelum melawan China,” ujar Kurniawan.

Jika Indonesia mampu menahan serangan China dan memanfaatkan peluang lewat serangan balik, peluang melaju ke fase knockout akan meningkat signifikan. Namun, untuk menghindari skenario serupa dengan kekalahan 0‑7 di Tangerang, Garuda Muda harus menegakkan disiplin pertahanan dan meningkatkan akurasi finishing. Suporter diharapkan tetap memberi dukungan moral meski pertandingan berlangsung jauh dari tanah air, karena semangat dan kepercayaan diri menjadi faktor kunci dalam menghadapi lawan yang secara teknis lebih unggul.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.