Media Kampung – Tim nasional sepak bola Italia kembali berlaga setelah 64 hari sejak kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan persahabatan melawan Luxembourg, Italia menurunkan skuad muda di bawah asuhan pelatih sementara Silvio Baldini.

Partai yang berlangsung di Stade de Luxembourg ini menjadi kesempatan bagi Baldini untuk menguji talenta baru dari kelompok Under-21. Formasi yang dipasang mengandalkan pemain muda dengan rata-rata usia 21 tahun dan 354 hari, menjadikan ini skuad termuda Italia sejak pertandingan persahabatan melawan Austria pada 1912.

Beberapa nama muda yang mendapat kesempatan tampil antara lain Donnarumma sebagai kiper utama, dan gelandang seperti Pio Esposito, Ahanor, Bartesaghi, Comuzzo, Ndour, Pisilli, Francesco Camarda, Inacio, dan Koleosho. Ini menandai era baru pembentukan tim nasional yang berfokus pada regenerasi setelah kegagalan beruntun di kualifikasi Piala Dunia.

Untuk menghadapi pertandingan ini, Luxembourg menurunkan formasi 4-5-1 dengan pemain seperti Moris di bawah mistar dan Sinani sebagai ujung tombak. Pelatih Strasser berupaya memberikan perlawanan maksimal kepada tim muda Italia.

Selain pertandingan melawan Luxembourg, Italia dijadwalkan akan melakoni laga persahabatan kedua menghadapi Yunani pada hari Minggu, juga dengan komposisi pemain muda. Dua pertandingan ini bertujuan untuk membangun kepercayaan diri dan menata masa depan tim nasional Italia secara lebih baik.

Sementara itu, di level klub, Como yang baru promosi dari Serie B dengan cepat menembus kompetisi Liga Champions sedang membidik sejumlah pemain untuk memperkuat skuadnya. Dua pemain yang menjadi incaran adalah bek Sassuolo, Tarik Muharemovic, dan bek kanan Borussia Dortmund, Yan Couto. Muharemovic sebelumnya menjadi target utama Inter Milan, sementara Couto yang berpengalaman bermain di klub seperti Manchester City dan Braga, diharapkan bisa menambah kekuatan lini pertahanan Como di ajang Eropa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.