Media Kampung – Langkah tegas diambil Kepolisian Resor Lumajang untuk menjaga keamanan warga selama bulan Ramadhan 1447 H. Fokus utama pengamanan dilakukan pada jam-jam rawan, terutama dini hari menjelang sahur, di seluruh wilayah Kecamatan Pasirian. Upaya ini dipimpin langsung Kapolsek Pasirian, Iptu Loni Roi Madhona, yang menegaskan bahwa patroli intensif selama Ramadhan sangat penting untuk mencegah tindak kejahatan.
Patroli dilakukan sejak tengah malam hingga menjelang waktu sahur, menyasar sejumlah titik rawan seperti kawasan pemukiman padat, jalan-jalan sepi yang minim pencahayaan, serta area yang sering menjadi lokasi aksi kriminalitas. Petugas kepolisian menggunakan metode Blue Light Patrol dengan menyalakan lampu rotator biru secara terus menerus. Cara ini dianggap efektif sebagai tanda kehadiran polisi di tengah masyarakat dan mampu mencegah niat pelaku kejahatan.
Iptu Loni menyampaikan, “Kami tidak ingin memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan. Patroli dengan lampu rotator yang menyala ini adalah sinyal bahwa Polri hadir dan bersiaga 24 jam. Fokus kami adalah memastikan warga Kecamatan Pasirian dapat beristirahat dengan tenang dan menyambut waktu sahur dalam keadaan aman.”
Dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat di Lumajang cenderung meningkat pada dini hari. Pada jam-jam tersebut, aktivitas warga mulai berkurang, namun risiko pencurian dan aksi kriminal lain justru naik. Untuk itulah, Polsek Pasirian tidak hanya berfokus pada patroli mobil, tetapi juga mengedepankan pendekatan dialogis dengan warga yang masih aktif ronda di pos Siskamling.
Petugas secara rutin menyambangi pos Siskamling, berdialog langsung dengan warga, serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Masyarakat diimbau untuk sigap melapor jika menemukan orang asing dengan gerak-gerik mencurigakan. “Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang masih aktif menghidupkan Siskamling. Jika menemui orang asing dengan gerak-gerik mencurigakan, segera lapor ke Polsek atau melalui layanan pengaduan yang ada. Jangan main hakim sendiri, serahkan penanganan hukum kepada kami,” tegas Iptu Loni.
Selain itu, warga juga diingatkan untuk memastikan keamanan rumah sebelum beristirahat atau berangkat shalat Subuh ke masjid. Kunci pintu dan jendela harus dipastikan rapat, serta kendaraan bermotor disarankan diparkir di tempat aman dan bila perlu memakai kunci ganda.
Kegiatan patroli dan sinergi antara polisi dengan masyarakat ini menjadi bagian penting dari strategi pencegahan kejahatan selama Ramadhan di Lumajang. Hingga hari ke-11 Ramadhan, pengamanan berjalan lancar tanpa gangguan berarti, dan pihak kepolisian memastikan patroli akan terus ditingkatkan selama bulan suci ini demi menciptakan suasana aman, khususnya menjelang waktu sahur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan