Media KampungBarcelona berhasil mengunci gelar juara La Liga 2025/2026 setelah mengalahkan Real Madrid 2-0 dalam duel El Clasico di Stadion Camp Nou pada Minggu, 10 Mei 2026. Kemenangan ini memastikan Blaugrana unggul 14 poin di puncak klasemen dengan hanya tiga laga tersisa di musim ini, membuat mereka tak terkejar lagi oleh rival abadi.

Laga panas ini berjalan dalam atmosfer emosional. Sebelum kick-off, seluruh stadion mengheningkan cipta untuk mengenang ayah pelatih Hansi Flick yang baru saja berpulang. Seluruh pemain Barcelona mengenakan ban hitam sebagai tanda duka. Namun, di atas lapangan, mereka tetap tampil agresif dan penuh determinasi.

Marcus Rashford membuka keunggulan Barcelona pada menit ke-8 lewat tendangan bebas spektakuler yang menembus pojok atas gawang Thibaut Courtois. Gol cepat ini menambah semangat tuan rumah yang sejak awal memang berambisi memastikan gelar juara di hadapan pendukung sendiri. Tidak butuh waktu lama, keunggulan Barcelona bertambah setelah Dani Olmo melakukan flick cantik yang diselesaikan Ferran Torres dengan sepakan terarah pada menit ke-18. Skor 2-0 membuat permainan makin terbuka, namun Barcelona tetap tampil disiplin.

Real Madrid sempat berupaya bangkit lewat aksi Vinicius Junior dan Jude Bellingham. Namun, peluang yang mereka dapatkan gagal berbuah gol, bahkan gol Bellingham di babak kedua harus dianulir wasit karena offside. Skuad asuhan Alvaro Arbeloa itu juga tidak tampil dengan kekuatan penuh, setelah Kylian Mbappe absen dari daftar pemain dan Dean Huijsen batal turun akibat sakit saat pemanasan.

Kondisi di kubu Real Madrid memang sedang tidak stabil. Konflik internal sempat mencuat di sesi latihan antara Aurelien Tchouameni dengan Federico Valverde. Valverde sendiri absen akibat cedera, memperparah situasi Los Blancos yang harus bertarung tanpa beberapa pilar utama.

Kemenangan ini mengantarkan Barcelona meraih trofi La Liga ke-29 sepanjang sejarah klub dan merupakan gelar kedua secara beruntun di bawah asuhan Hansi Flick. Pelatih asal Jerman tersebut terbukti mampu menjaga konsistensi tim sejak awal musim dengan pendekatan taktik yang fleksibel. Flick juga menjadi sosok kunci di balik stabilnya performa Blaugrana di tengah tekanan dan ekspektasi tinggi publik Catalan.

Dengan hasil ini, Barcelona semakin mendekati rekor kemenangan terbesar dalam sejarah La Liga yang pernah mereka catatkan di era Pep Guardiola. Jika mampu menyapu bersih tiga laga sisa, Barcelona berpeluang mencapai 100 poin dan memecahkan rekor margin kemenangan yang kini hanya terpaut satu angka dari capaian musim 2012/2013.

Usai peluit akhir berbunyi, suasana di Camp Nou langsung berubah menjadi lautan biru-merah. Ribuan pendukung merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka berdiri di puncak sepak bola Spanyol. Hansi Flick pun mengangkat trofi juara tinggi-tinggi, dipersembahkan kepada ayahnya yang baru saja wafat. “Ada dua minggu tersisa dan kami akan melihat apakah Mbappe cukup fit untuk bermain lagi atau tidak,” ujar Arbeloa pasca-laga, menyoroti absennya beberapa pemain kunci di kubu Madrid.

Meski Real Madrid masih memimpin dalam jumlah gelar La Liga dengan 36 trofi menurut data mediakampung.com, Barcelona terus memangkas jarak usai menambah koleksi menjadi 29. Persaingan dua klub raksasa Spanyol ini diprediksi tetap akan menjadi sorotan utama di musim-musim mendatang.

Musim ini, Barcelona bukan hanya sukses di liga domestik, namun juga menegaskan diri sebagai kekuatan utama di bawah era kepemimpinan Hansi Flick. Gelar juara La Liga yang diraih lewat kemenangan di El Clasico menjadi catatan bersejarah, karena baru pertama kali sejak 1932 gelar liga dipastikan melalui laga panas melawan Real Madrid.

Saat ini, Barcelona masih menyisakan tiga pertandingan sebelum kompetisi resmi berakhir. Skuad asuhan Flick berpeluang menambah catatan kemenangan sekaligus mengukir sejarah baru jika mampu meraih poin penuh pada laga-laga sisa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.