Media Kampung – Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 menewaskan 16 orang, termasuk karyawan Alice Norin yang terlempar keluar kereta, memicu keprihatinan luas.

Insiden terjadi sekitar pukul 20.52 WIB ketika KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A sedang menunggu sinyal keberangkatan di jalur Bekasi‑Cikarang.

Kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Gambir‑Surabaya menabrak gerbong belakang KRL dari belakang, menyebabkan gerbong khusus perempuan hancur.

Pihak berwenang mencatat 90 orang luka, 44 pasien sudah dipulangkan, 46 masih dalam observasi, dan 16 korban meninggal dunia.

Alice Norin, seorang karyawan perusahaan logistik berusia 28 tahun, berada di gerbong perempuan ketika tabrakan terjadi dan terlempar keluar kereta sebelum jatuh ke rel.

“Kami turut berduka dan berbelasungkawa atas meninggalnya Mia Citra,” ujar Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, menambahkan bahwa keluarga korban sedang mendapatkan bantuan.

Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menyatakan penyelidikan fokus pada dugaan kelalaian sopir Argo Bromo serta kegagalan sistem palang pintu di persimpangan JPL‑85.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa tabrakan berawal dari kendaraan taksi hijau yang menempati jalur persimpangan sekitar 200 meter dari stasiun.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa insiden bermula saat rangkaian KRL tertemper mobil di persimpangan JPL‑85, sehingga memicu gangguan sinyal.

Tim evakuasi segera menurunkan korban ke ambulans, sementara petugas medis mendatangi RSUD Bekasi, RS Mitra Bekasi, RS Bella Bekasi, dan RS Polri Kramat Jati untuk penanganan.

RSUD Bekasi menerima 30 korban luka, di antaranya tiga pasien kritis, sementara RS Polri Kramat Jati menampung 20 korban dan mengidentifikasi beberapa korban meninggal melalui tes DNA.

Kereta yang terlibat dievakuasi dan dijadikan Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181, menyebabkan penundaan layanan pada rangkaian KRL lain yang beroperasi di stasiun tersebut.

Stasiun Bekasi Timur ditutup sementara sejak malam kejadian dan baru dibuka kembali pada Rabu 29 April setelah seluruh aspek keamanan diverifikasi.

Pihak KAI berjanji melakukan audit menyeluruh terhadap sistem sinyal dan palang pintu, serta meningkatkan pelatihan operator untuk mencegah kejadian serupa.

Keluarga korban, termasuk istri Alice Norin, menyatakan rasa duka mendalam dan berharap penyelidikan dapat mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Penyidikan lanjutan dijadwalkan selesai dalam dua minggu mendatang, dengan kemungkinan gelar perkara pada minggu berikutnya.

Saat ini, para korban yang selamat masih menjalani perawatan, sementara pemerintah dan KAI menyediakan bantuan psikologis serta kompensasi bagi keluarga yang kehilangan orang tercinta.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.