Media Kampung – Pemerintah telah menyiapkan sekitar 9.743 petugas untuk memantau dan mengawasi pelaksanaan kurban pada Iduladha 2026 di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini bertujuan memastikan kesehatan hewan kurban serta keamanan dan kebersihan dalam proses penyembelihan dan penanganan daging.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyatakan bahwa petugas akan melakukan pemeriksaan hewan kurban mulai dari sebelum hingga setelah penyembelihan. Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga standar kesehatan hewan dan keamanan pangan selama perayaan Iduladha.
Agung menambahkan bahwa pemerintah juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pengurus masjid serta panitia kurban di berbagai daerah. Materi yang disampaikan meliputi tata cara penanganan hewan yang benar sesuai dengan kaidah kesehatan hewan, pelaksanaan penyembelihan yang halal dan aman, serta pengelolaan daging kurban agar tetap higienis.
Selain petugas dari Kementerian Pertanian, pengawasan juga melibatkan unit pelaksana teknis (UPT), perguruan tinggi, dan dinas peternakan di tingkat provinsi dan kabupaten. Asosiasi profesi di bidang peternakan dan kesehatan hewan juga turut berperan dalam pengawasan ini, sehingga pengawasan bisa dilakukan secara menyeluruh dan menyatu.
Petugas pemantau dijadwalkan akan mulai melakukan pengawasan langsung di lokasi penyembelihan menjelang Hari Raya Iduladha. Pemerintah berharap langkah ini tidak hanya menjaga mutu dan keamanan daging kurban tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah kurban.
Peraturan Menteri Pertanian terkait penanganan hewan kurban dan penyembelihan telah mengalami beberapa revisi terakhir pada tahun 2014, yang menjadi acuan pelaksanaan pengawasan dan sosialisasi. Dengan persiapan ini, pemerintah ingin menjamin bahwa seluruh rangkaian kurban berjalan sesuai standar kesehatan dan syariat Islam.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan