Media Kampung – Pemerintah Indonesia tengah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di enam lokasi, sebagai bagian dari upaya penanganan sampah yang semakin mendesak. Langkah ini melibatkan penandatanganan kesepakatan bersama antara 13 pemerintah kabupaten dan kota dengan Danantara Indonesia yang dilakukan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Senin, 11 Mei 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini didorong oleh terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Pemerintah berkomitmen untuk mulai menggerakkan proyek PSEL dalam rangka menanggulangi masalah sampah yang telah menjadi kondisi darurat nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa penandatanganan MoU antara pemerintah daerah dan Danantara Indonesia menandai awal pembangunan PSEL. Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 25 lokasi PSEL dalam rentang waktu dua hingga tiga tahun ke depan, dengan fokus pada 62 kabupaten dan kota yang memiliki tingkat pengelolaan sampah yang kritis.
Untuk mempercepat proses, pemerintah telah menyederhanakan prosedur dan membagi peran antara berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, Danantara Indonesia, serta badan usaha terkait. Strategi ini diharapkan dapat memperlancar pembangunan fasilitas yang dapat mengubah sampah menjadi energi listrik secara efektif.
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Afif Nasution, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi solusi konkret untuk menyelesaikan permasalahan sampah di daerahnya. Ia menambahkan, program ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menyoroti bahwa persoalan sampah di wilayah perkotaan sudah mencapai tahap darurat. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk mempercepat pelaksanaan proyek agar dapat segera memberikan manfaat kepada masyarakat.
Dari sisi pelaku usaha, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak untuk mempercepat penyelesaian proyek ini. Ia mengingatkan bahwa waktu yang tersedia sangat terbatas sehingga kerja sama yang solid menjadi kunci dalam mengatasi krisis sampah di perkotaan.
Pemerintah memprioritaskan pembangunan PSEL di daerah yang memiliki timbulan sampah di atas seribu ton per hari dan masih mengandalkan metode open dumping di tempat pembuangan akhir. Selain PSEL, pemerintah juga mengupayakan penggunaan teknologi pengolahan sampah lainnya seperti refuse derived fuel, tempat pengolahan sampah terpadu, dan pirolisis guna mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat mengatasi permasalahan sampah secara lebih efektif sekaligus mengoptimalkan potensi sampah sebagai sumber energi baru yang dapat mendukung kebutuhan listrik nasional. Proyek ini menjadi bagian penting dari strategi nasional dalam menyelesaikan persoalan lingkungan dan energi secara berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan