Media Kampung – Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf bersama Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, Budisatrio Djiwandono mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. Keduanya hadir untuk melihat langsung proses pembelajaran para siswa di sekolah rakyat setelah 9 bulan berdiri.
Selain pembelajaran formal, sekolah rakyat juga menerapkan konsep boarding atau asrama, di mana para siswa mendapatkan pembelajaran berupa pendidikan karakter. Mensos juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah dan guru-guru sekolah rakyat yang telah bekerja dengan penuh dedikasi di tengah tantangan yang tidak mudah.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Djiwandono mengaku amat tersentuh dengan cerita para siswa sekolah rakyat yang berasal dari golongan yang paling membutuhkan pertolongan dan sangat tidak mampu. Ia menegaskan bahwa Karang Taruna akan mendorong kader-kader Karang Taruna membantu Kementerian Sosial untuk mencari anak-anak yang memang perlu dibantu untuk menjadi siswa sekolah rakyat.
Sekolah rakyat menganut kurikulum Multi-Entry Multi-Exit atau kurikulum yang fleksibel, karena para siswa terdiri dari anak-anak putus sekolah serta sebagian usianya melebihi batas usia pada umumnya. Mensos berharap sekolah rakyat dapat terus berkembang dan memberikan pendidikan yang berkualitas kepada para siswanya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan