Media Kampung – Iduladha merupakan salah satu momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia yang tidak hanya identik dengan ibadah kurban, tetapi juga tradisi kuliner khas yang beragam. Setiap negara dengan komunitas Muslimnya memiliki cara unik dalam menyajikan daging kurban yang mencerminkan budaya dan cita rasa lokal mereka.
Di Bosnia, misalnya, hidangan dzigerica yang terbuat dari hati sapi atau kambing dimasak dengan bawang dan mentega menjadi sajian sarapan yang khas. Selain itu, daging kurban juga dipanggang menjadi pecenje yang dibumbui dengan garam, lada, dan sedikit bawang putih, lalu disajikan bersama kentang panggang. Sementara itu, di Mesir, hidangan fattah populer saat Iduladha. Fattah terdiri dari nasi, potongan daging berbumbu, roti pita panggang, dan saus tomat berbumbu bawang putih; di kawasan Levant, saus tomat ini sering digantikan dengan campuran yoghurt, tahini, dan bawang putih.
Di Afrika Barat, tepatnya di Gambia, daging kurban diolah menjadi afra, yakni daging panggang berbumbu yang disajikan dengan nasi jollof dan minuman hibiscus. Istilah afra kerap bertukar dengan dibi, hidangan khas Senegal yang umumnya dimasak dengan mustard dan bawang. Kawasan Levant sendiri memiliki maqlooba, hidangan berlapis yang terdiri dari nasi, daging, serta sayuran seperti terong dan kembang kol yang disajikan terbalik sehingga tampilannya menarik.
Di Timur Tengah, khususnya Qatar dan Arab Saudi, sajian utama Iduladha adalah kabsa, mandi, dan lamb thareed. Kabsa merupakan nasi berbumbu yang dimasak dengan daging dalam kaldu rempah, sedangkan mandi menggunakan oven tanah liat untuk menghasilkan daging dan nasi yang empuk serta beraroma khas. Di Sudan, hidangan shaya yang berupa daging kambing yang dimarinasi dan dibakar menjadi favorit masyarakat, disajikan bersama salad, fuul, dan falafel khas Sudan bernama tameeya.
Turki memiliki tradisi mengolah hampir seluruh bagian hewan kurban menjadi kavurma. Daging yang dipotong dadu dimasak perlahan dalam lemaknya sendiri bersama garam hingga empuk, memberikan cita rasa gurih yang khas. Sedangkan di Uzbekistan, sup qaynatma sho’rva menjadi menu Iduladha yang populer, dibuat dengan memasak daging bersama sayuran dan rempah-rempah. Selain itu, hidangan hasip yang terbuat dari usus domba isi yang direbus dan diiris juga sering disajikan.
Tradisi kuliner ini tidak hanya memperkaya perayaan Iduladha, tetapi juga mempererat ikatan komunitas melalui kebersamaan menikmati hidangan khas yang penuh makna. Setiap resep mencerminkan cara masyarakat menghormati nilai kurban sekaligus menjaga warisan budaya masing-masing wilayah.
Dengan keragaman hidangan khas Iduladha yang tersebar di berbagai negara, momentum ini menjadi ajang untuk saling mengenal budaya serta tradisi yang berbeda melalui cita rasa khas daging kurban. Perayaan Iduladha pun semakin bermakna dengan adanya keunikan kuliner yang mendukung semangat persatuan dan kebersamaan umat Muslim di seluruh dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan