Lazismu Sidoarjo Himpun Kurban Rp14,5 Miliar, Partisipasi Umat Kian Meluas

Media Kampung – Kepercayaan masyarakat terhadap Lazismu Sidoarjo semakin menguat ditandai dengan capaian penghimpunan dana kurban pada Iduladha 1447 H yang mencapai Rp14,5 miliar. Program ini tidak hanya berhasil menghimpun dana dalam jumlah besar, tetapi juga menunjukkan semakin luasnya partisipasi umat dari berbagai kalangan, termasuk lembaga pendidikan dan komunitas keagamaan.

Penghimpunan Dana Kurban Melampaui Target

Program kurban yang dikelola oleh Lazismu Sidoarjo bersama 15 Kantor Layanan Lazismu (KLL) dan didukung oleh berbagai elemen masyarakat berhasil menghimpun dana sebesar Rp14.528.558.000. Dana besar ini berasal dari dua jalur utama, yaitu program kurban konvensional dan program kurban kemasan melalui produk Rendangmu dan Baksomu.

Dalam jalur konvensional, Lazismu Sidoarjo berhasil mengumpulkan 522 ekor sapi dengan nilai Rp12.789.000.000 dan 314 ekor kambing senilai Rp942.000.000. Selain itu, program hadyu dan dam haji yang dikelola oleh KBIHU Jabal Nur juga menyumbang 207 ekor hewan dengan nilai Rp621.000.000, menunjukkan sinergi yang kuat antara berbagai lembaga dalam memberdayakan umat.

Partisipasi Lintas Generasi dan Lembaga Pendidikan

Lazismu Sidoarjo himpun kurban Rp14,5 miliar, partisipasi umat kian meluas dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan seperti TK Aisyiyah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Tahun ini, beberapa TK Aisyiyah dari Cabang Candi, Tanggulangin, dan Medaeng Waru turut serta dalam program kurban kemasan yang memungkinkan anak-anak dan wali santri belajar makna berbagi sejak dini.

Manajer Fundraising dan Kerja Sama Lazismu Sidoarjo, Prayekti, menyampaikan bahwa program Rendangmu dan Baksomu berhasil melampaui target yang ditetapkan, yakni mencapai Rp176.558.000 atau setara tujuh ekor sapi, padahal target awal hanya Rp149.100.000. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa model kurban kemasan semakin dipercaya dan diminati karena manfaatnya yang luas.

Semangat Profesionalisme dan Transparansi

Ketua Lazismu Sidoarjo, Hifni Solikhin, menyatakan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat. Ia menegaskan bahwa capaian penghimpunan kurban ini menjadi motivasi penting bagi Lazismu Sidoarjo untuk terus meningkatkan mutu layanan dengan prinsip profesionalisme dan transparansi.

“Alhamdulillah, amanah yang diberikan masyarakat terus meningkat. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk menghadirkan layanan kurban yang profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” ujar Hifni pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Gerakan Filantropi yang Meluas dan Berkelanjutan

Lazismu Sidoarjo himpun kurban Rp14,5 miliar, partisipasi umat kian meluas melalui keterlibatan berbagai pihak yang menciptakan satu ekosistem filantropi yang lengkap. Mulai dari jemaah haji yang menunaikan hadyu dan dam, jaringan Kantor Layanan Lazismu, hingga anak-anak di ruang kelas yang belajar nilai berbagi, semuanya menjadi bagian dari gerakan sosial yang sama.

Prayekti menambahkan bahwa sinergi ini tidak hanya memperluas jangkauan manfaat kurban, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan umat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah.

Masa Depan Program Kurban Lazismu Sidoarjo

Dengan capaian penghimpunan yang konsisten meningkat, Lazismu Sidoarjo optimistis program kurban akan terus berkembang dan menjadi alat pemberdayaan umat yang efektif. Kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh menjadi modal utama dalam memperluas manfaat sosial serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.

Lazismu Sidoarjo himpun kurban Rp14,5 miliar, partisipasi umat kian meluas menandai kemajuan signifikan dalam gerakan berbagi yang melibatkan lintas generasi dan lembaga. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola kurban secara profesional dan inklusif, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat.

Secara keseluruhan, keberhasilan Lazismu Sidoarjo dalam penghimpunan dana kurban pada tahun ini menunjukkan bahwa gerakan sosial keagamaan yang dikelola dengan baik dan transparan mampu menarik kepercayaan dan partisipasi luas dari masyarakat, menjadikan momen Iduladha bukan hanya sebagai ritual, tetapi juga sebagai wahana untuk mempererat solidaritas dan kepedulian sosial.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.