Media Kampung, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi merilis daftar terbaru saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) pada 14 Juli 2026. Total terdapat 51 emiten yang masuk dalam kategori tersebut, meningkat drastis dari sebelumnya hanya 10 perusahaan pada April 2026.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa pihaknya telah merevisi metodologi penetapan HSC dengan menambahkan kriteria price-impact ratio untuk saham berkapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Dengan kriteria baru ini, sebanyak 37 saham baru masuk ke dalam daftar HSC.

Saham-saham yang masuk kategori HSC otomatis dikeluarkan dari indeks-indeks utama BEI seperti LQ45, IDX30, dan IDX80. Hal ini bertujuan untuk menjaga likuiditas dan transparansi pasar modal.
Berikut daftar lengkap 51 saham yang masuk kriteria HSC per 14 Juli 2026:

- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) – kepemilikan 99,99%
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII) – 99,96%
- PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) – 99,95%
- PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) – 99,95%
- PT Golden Flower Tbk (POLU) – 99,94%
- PT Bank Permata Tbk (BNLI)
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
- PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
- PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
- PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
- PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) – Blibli
Dari daftar tersebut, sejumlah emiten besar dari grup konglomerasi turut masuk, seperti Grup Barito (BREN), Grup Djarum (BELI), Grup Lippo (SILO, MLPT), Grup Sinar Mas (SMAR, GEMS), dan Grup Bayan (BYAN).
Sebelumnya, BEI telah mengeluarkan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dari daftar HSC efektif 29 Juni 2026. Dengan demikian, total emiten HSC sempat menjadi 14 sebelum penambahan besar-besaran pada Juli 2026.

Data HSC ini berfungsi sebagai panduan bagi investor untuk memetakan emiten dengan likuiditas saham beredar (free float) yang terpusat pada pihak tertentu. BEI berkomitmen untuk terus memperbarui daftar ini secara periodik guna meningkatkan transparansi pasar modal Indonesia.




















Tinggalkan Balasan