Media Kampung — Lima dana pensiun besar di Indonesia dan Malaysia memiliki portofolio saham yang berbeda. Mulai dari Asabri yang banyak diisi saham tersuspensi, Taspen yang fokus di perbankan, hingga EPF Malaysia yang aktif melakukan transaksi jual-beli. Berikut perbandingan portofolio saham mereka.
Asabri: 69,55% Saham Tersuspensi
Asabri memiliki 33 saham dalam portofolionya dengan total nilai Rp1,7 triliun per 9 Juli 2026. Lima saham terbesarnya adalah BJBR (19,22%), KAEF (6,52%), SMBR (4,17%), PPRO (3,52%), dan KRAS (3,14%). Namun, 69,55% dari total nilai portofolio atau setara Rp1,18 triliun merupakan saham yang disuspensi, seperti ARMY, HOME, IIKP, NUSA, POSA, RIMO, LCGP, MABA, POOL, SIMA, TRAM, INAF, dan MTPS. Hanya tiga saham yang mencatatkan kenaikan sepanjang tahun berjalan 2026: ICON (naik 36%), RBMS (naik 36%), dan POLA (naik 20%).
Taspen: Dominasi Saham Bank
Taspen memiliki 15 saham dengan porsi kepemilikan di atas 1%. Saham terbesarnya adalah BBNI (37,59%) senilai Rp1,62 triliun. Taspen juga banyak berinvestasi di sektor perbankan (BBTN, BJBR, BJTM), CPO (BWPT, LSIP), properti (BSDE, DMAS), semen (INTP, SMGR), dan infrastruktur (JSMR). Sepanjang Januari hingga 9 Juli 2026, saham paling cuan di portofolio Taspen adalah DMAS (naik 6,98%), LSIP (naik 5,02%), dan BBTN (naik 1,29%).
DJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua: Rp41 Triliun di 31 Saham
DJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua mengelola dana Rp41 triliun yang tersebar di 31 saham. Sektor perbankan mendominasi dengan porsi besar di BBRI (11,1%), BMRI (12,1%), BBNI (10,7%), dan BBTN (1,11%). Saham lain yang signifikan antara lain TLKM (14,44%), ASII (12,89%), UNTR (6,31%), INDF (5,3%), dan ICBP (3,5%). Kinerja positif year to date hingga 9 Juli 2026 tercatat pada MDKA (naik 10,73%), TINS (naik 7,64%), LSIP (naik 5,44%), ITMG (naik 4,31%), BBTN (naik 1,29%), dan PTBA (naik 0,86%).
DJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun: Hanya 7 Saham, MAPI Paling Cuan
DJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun hanya memiliki 7 saham dengan total dana kelolaan Rp2,79 triliun. Portofolio terdiri dari CPIN (14,44%), ERAA (2,17%), MAPI (17,03%), HRUM (2,53%), MEDC (5,36%), PGAS (8,25%), dan PTPP (0,22%). Hanya satu saham yang mencatat kenaikan sepanjang 2026: MAPI naik 29,24%.
Employee Provident Fund (Malaysia): Aktif Jual, Beli Saham Tambang
EPF Malaysia memiliki 18 saham Indonesia dengan total nilai Rp27,29 triliun. Berbeda dengan dana pensiun Indonesia yang cenderung pasif, EPF cukup aktif bertransaksi. Sepanjang Februari-Juni 2026, mayoritas aksi adalah jual, seperti TOWR (1,01 miliar lembar), PWON (1,1 miliar lembar), BUKA (2,3 miliar lembar), dan AMRT (193 juta lembar). Namun, EPF juga melakukan pembelian besar di saham tambang, seperti ANTM (552 juta lembar), INCO (61 juta lembar), dan UNTR (7,75 juta lembar). Hanya dua saham yang mencatat kenaikan: MAPI (naik 29%) dan AKRA (naik 1,56%).





















Tinggalkan Balasan