Media Kampung – Pasar modal Indonesia mencatat daftar saham tercuan dan terboncos pekan ini, dengan WBSA sebagai bintang utama yang melaju 94 persen.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan 6,61 persen, menutup pada level 7.129,490 pada akhir perdagangan pekan 20–24 April 2026.
Penurunan tersebut menyebabkan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia berkurang menjadi Rp12,736 triliun, turun 6,59 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mencatat kenaikan tertinggi, melesat hampir dua kali lipat dalam seminggu, didorong oleh ekspektasi peningkatan volume kiriman logistik.
Sebaliknya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menurun hampir 38 persen, menjadi saham terburuk pekan ini karena penurunan penjualan produk utama.
Saham lain yang menunjukkan penguatan signifikan meliputi PT Bumi Resources Tbk (BRMS) dan PT Borneo Resources Tbk (BREN), masing-masing naik di atas 30 persen.
Di sisi lain, saham-saham seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) mencatat penurunan lebih dari 20 persen, menandakan tekanan luas di sektor energi dan pulp.
“Koreksi IHSG mencerminkan sentimen global yang cenderung risk-off, namun masih terdapat peluang bagi saham dengan fundamental kuat,” ujar analis senior PT Danareksa Sekuritas, Rudi Hartono.
Faktor eksternal seperti kenaikan suku bunga The Fed dan penurunan harga komoditas memicu penjualan aset risiko, memperdalam koreksi pasar domestik.
Investor ritel menunjukkan kecenderungan berpindah ke saham dengan potensi pertumbuhan cepat, sementara institusi cenderung menahan posisi sampai volatilitas mereda.
Strategi diversifikasi tetap disarankan, dengan menyeimbangkan portofolio antara sektor pertumbuhan dan defensif guna mengurangi dampak fluktuasi pasar.
Hingga saat penulisan, IHSG masih berada di level terendah pekan ini, dan pasar menunggu data ekonomi terbaru untuk menentukan arah selanjutnya.
Kondisi pasar tetap dinamis, dan para pelaku diharapkan memantau perkembangan fundamental serta sentimen makro untuk membuat keputusan investasi yang terinformasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan