Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik ke level 5.746,65 pada penutupan perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, mencatat kenaikan 404,51 poin atau 7,57 persen. Saham berkapitalisasi besar menjadi penopang utama penguatan ini, seiring sentimen positif dari pasar global dan domestik.
Sepanjang hari, IHSG bergerak dari level terendah 5.318,14 hingga tertinggi 5.746,65. Sebanyak 678 saham menguat, 89 saham melemah, dan 48 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp27,14 triliun dengan volume 44,09 miliar lembar saham dan frekuensi lebih dari 2,69 juta kali transaksi.
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut penguatan IHSG ditopang oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah Iran dan Israel sepakat menghentikan permusuhan. Hal ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi dari sektor energi.
Dari eksternal, surplus perdagangan Tiongkok pada Mei 2026 mencapai USD105,43 miliar, melampaui ekspektasi pasar USD92,1 miliar dan menjadi yang tertinggi sejak Januari 2026. Sentimen domestik juga mendukung, terutama dari pertemuan DPR dengan Bank Himbara, BPJS, dan perusahaan asuransi BUMN yang membahas pembelian kembali saham BUMN untuk merespons gejolak pasar modal.
Selain itu, penegasan pemerintah mengenai skema bagi hasil gross split yang hanya berlaku di sektor migas, tidak pada mineral dan batu bara, dinilai memberikan kepastian bagi iklim investasi dan mendukung target hilirisasi. Langkah ini turut mendorong kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan