Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada level 6.186,36 atau naik sebesar 1,56 persen pada perdagangan Kamis (30/7/2026). Proyeksi untuk perdagangan hari ini menunjukkan potensi penguatan IHSG dengan target menguji level 6.200 hingga 6.250.
Faktor Pendukung Penguatan IHSG
Analis dari Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa secara teknikal, IHSG ditutup di atas rata-rata pergerakan 5, 20, dan 50 hari (MA5, MA20, dan MA50), dan masih bertahan di atas level psikologis 6.000. Selain itu, indikator stochastic RSI mendekati area oversold dan berpotensi membentuk sinyal Golden Cross, yang biasanya menandakan kelanjutan tren penguatan.
Phintraco memperkirakan IHSG akan melanjutkan penguatan untuk menguji level resistance di kisaran 6.200 hingga 6.250.
Pengaruh Putusan Mahkamah Konstitusi
Pasar juga memperhatikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian permohonan uji materiil terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026. Putusan ini mengatur pemisahan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebesar 20 persen dari APBN untuk penyelenggaraan pendidikan.
MK menegaskan bahwa anggaran MBG yang bukan bagian utama dari pendidikan harus dipisah dari anggaran operasional pendidikan paling lambat pada APBN Tahun Anggaran 2028. Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak pada porsi alokasi anggaran di pos-pos lainnya, terutama jika anggaran MBG tetap besar.
Rekomendasi Saham dari Analis
Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang layak diperhatikan hari ini, antara lain MDKA, INCO, TINS, BULL, AADI, dan BBNI. Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan dua kemungkinan pergerakan IHSG, dengan potensi penguatan maupun koreksi. Mereka mengamati area support di 5.970-6.029 dan target penguatan terdekat di 6.172-6.219.
MNC Sekuritas juga merekomendasikan saham AADI, BBRI, DEWA, dan TINS untuk diperhatikan dalam perdagangan hari ini.
Konteks dan Implikasi
Penguatan IHSG didukung oleh kondisi teknikal pasar dan keputusan MK yang membawa kepastian regulasi anggaran pendidikan. Namun, investor perlu mencermati dinamika pasar dan kemungkinan koreksi sebagai bagian dari pergerakan pasar modal yang wajar.
Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing investor setelah mempertimbangkan berbagai faktor risiko dan peluang.















Tinggalkan Balasan