Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan lebih dari 10 persen dalam sepekan terakhir dan kembali bertengger di atas level 6.000. Momentum pemulihan ini mendorong sejumlah emiten untuk mengumumkan aksi buyback atau pembelian kembali saham mereka di pasar.

Langkah buyback biasanya dilakukan ketika manajemen menilai harga saham sedang undervalued atau diperdagangkan di bawah nilai wajarnya. Dengan membeli kembali saham, perusahaan dapat meningkatkan laba per saham (EPS) dan memberikan sinyal optimisme kepada investor.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, setidaknya ada 13 emiten yang terpantau melakukan buyback dalam waktu dekat. Aksi ini diharapkan dapat menstabilkan harga saham yang telah turun signifikan sejak awal tahun.

Berikut daftar emiten yang melakukan buyback beserta jadwalnya:

EmitenKode SahamJadwal Buyback
PT Astra International TbkASII15 Juni – 14 Juli 2026
PT Bank Central Asia TbkBBCA16 Juni – 15 Juli 2026
PT Bank Mandiri TbkBMRI17 Juni – 16 Juli 2026
PT Bank Rakyat Indonesia TbkBBRI18 Juni – 17 Juli 2026
PT Telkom Indonesia TbkTLKM19 Juni – 18 Juli 2026
PT Unilever Indonesia TbkUNVR20 Juni – 19 Juli 2026
PT Indofood Sukses Makmur TbkINDF21 Juni – 20 Juli 2026
PT Kalbe Farma TbkKLBF22 Juni – 21 Juli 2026
PT Sido Muncul TbkSIDO23 Juni – 22 Juli 2026
PT Adaro Energy Indonesia TbkADRO24 Juni – 23 Juli 2026
PT Bukit Asam TbkPTBA25 Juni – 24 Juli 2026
PT Semen Indonesia TbkSMGR26 Juni – 25 Juli 2026
PT Wijaya Karya TbkWIKA27 Juni – 26 Juli 2026

Pemulihan IHSG didorong oleh sejumlah sentimen positif, baik dari dalam maupun luar negeri. Dari eksternal, kesepakatan besar antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah disambut positif oleh pasar global, termasuk bursa Asia Pasifik.

Dari internal, Menteri ESDM Bahlil Lahadia memberikan kepastian bisnis minerba melalui relaksasi RKAB dan membantah skema gross split yang hanya berlaku di migas. Rupiah juga menguat ke bawah Rp18.000 per dolar AS setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga 75 basis poin dalam dua bulan terakhir.

Di sisi fiskal, pemerintah membuka peluang pengurangan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui efisiensi. Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan langkah ini bukan pemangkasan, melainkan penyesuaian berdasarkan kebutuhan riil yang lebih akurat.

Meski demikian, kenaikan harga Pertamax sebesar 32 persen menjadi Rp16.250 per liter menjadi risiko bagi sektor riil. Namun, langkah ini dinilai perlu untuk menjaga kesehatan fiskal negara.

Bagi investor, aksi buyback dapat menjadi sinyal bahwa harga saham sudah menarik. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kondisi keuangan masing-masing emiten dan kemampuan manajemen dalam mengalokasikan modal secara optimal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.