Media Kampung – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mendesak Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk memberikan prioritas lebih besar pada pengembangan UMKM guna meningkatkan daya saing nasional. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BSN pada Senin, 15 Juni 2026, ia menekankan pentingnya alokasi anggaran yang berdampak langsung pada industri dan pelaku usaha kecil.
Chusnunia, yang akrab disapa Nunik, menyoroti bahwa rencana anggaran BSN saat ini masih didominasi oleh belanja operasional dan dukungan manajemen. Menurutnya, proporsi anggaran yang langsung menyentuh kebutuhan UMKM harus ditingkatkan agar target peningkatan daya saing nasional dapat tercapai. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan harus benar-benar menghasilkan dampak nyata, bukan sekadar dokumen standar atau sertifikat.
Politisi tersebut juga mengingatkan bahwa keberhasilan BSN tidak hanya diukur dari banyaknya Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diterbitkan, tetapi juga sejauh mana standar tersebut mampu memperkuat perekonomian nasional. Ia mendorong BSN untuk terus membantu produk UMKM naik kelas dan memiliki daya saing kuat, baik di pasar domestik maupun internasional.
Chusnunia optimistis bahwa dengan dukungan kebijakan yang tepat, UMKM dapat menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan Indonesia yang lebih berdaya dan sejahtera. Ia meminta BSN menyusun roadmap yang jelas untuk meningkatkan proporsi anggaran yang langsung berdampak pada industri dan UMKM.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




