Media Kampung, Jakarta Selatan – Penemuan ratusan senjata di sebuah yayasan pendidikan di kawasan Jakarta Selatan mengejutkan banyak pihak. Temuan ini terjadi saat pihak yayasan membuka sebuah ruangan yang selama ini terkunci dan sebelumnya digunakan oleh mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD, yang diberhentikan karena dugaan kasus korupsi.
Polisi yang mendampingi pembukaan ruangan tersebut menemukan hampir seribu senjata berbagai jenis yang kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ratusan Senjata Ditemukan, Hanya Satu Senjata Api
Polisi awalnya menemukan 996 benda diduga senjata. Setelah pemeriksaan, 995 di antaranya merupakan airsoft gun dan senapan angin. Rinciannya adalah 776 airsoft gun jenis revolver, 215 airsoft gun jenis pistol, dan empat pucuk senapan angin. Hanya satu senjata api ditemukan, yaitu Franchi SPA SPAS-15 kaliber 12GA.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan senjata api tersebut telah disita untuk penyelidikan lebih lanjut. Senjata ini terdaftar atas nama seseorang berinisial DS, yang berdasarkan data intelijen telah meninggal dunia pada 2020.
Penyelidikan Asal Usul dan Alasan Penyimpanan Senjata
Selain menyita senjata, polisi juga menemukan dokumen surat impor airsoft gun bernomor SI5483-XII2008 yang kini menjadi barang bukti penting dalam penyelidikan. Semua airsoft gun dititipkan di Unit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Polda Metro Jaya.
Penyidik masih mendalami alasan penyimpanan ratusan senjata ini di lingkungan yayasan pendidikan, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan mantan pengurus yayasan maupun pihak lain.
Temuan Barang Lain: VCD Porno dan Diduga Narkoba
Selain senjata, petugas juga menemukan sejumlah barang lain seperti VCD berisi konten pornografi serta benda yang diduga terkait narkotika di dalam ruangan tersebut. Semua barang ini diamankan sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.
Polisi kini fokus mendalami hubungan antara seluruh barang temuan dengan mantan pengurus yayasan dan pihak-pihak yang mengetahui keberadaan benda-benda tersebut. Penemuan ini menjadi perhatian serius karena melibatkan lingkungan pendidikan yang seharusnya aman dan bebas dari aktivitas ilegal.
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya pengawasan ketat di lingkungan sekolah dan yayasan pendidikan agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan proses belajar bagi para siswa.














Tinggalkan Balasan