Media Kampung, Depok – Kantor Baznas Kota Depok di Perum Depok Mulya I, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, menjadi sasaran pencurian yang terjadi pada Rabu malam hingga Kamis dini hari. Pelaku mengambil sejumlah perangkat elektronik termasuk laptop, ponsel, tablet survei, dan hard disk eksternal yang berisi data penting mustahik dan donatur.
Fakta Kejadian
<pMenurut keterangan pegawai Baznas, Abdul Rahman, pencurian diketahui saat membuka kantor pada pukul 09.00 WIB Kamis pagi. Pintu depan kantor ditemukan dalam keadaan terbuka dengan kunci selot atas rusak. Barang yang hilang meliputi tiga laptop, tiga ponsel, satu tablet survei, dan satu hard disk eksternal yang berisi data penting.
Ketua Baznas Kota Depok, Endang Ahmad Yani, menjelaskan bahwa aksi pelaku terekam CCTV dan menunjukkan perilaku aneh. Pelaku yang berjumlah satu orang, memasuki area kantor sekitar pukul 22.05 WIB, bersembunyi di pojok parkiran, dan baru membongkar pintu depan sekitar pukul 04.33 WIB setelah menunggu selama 6,5 jam.
Modus Operandi Pelaku
Pelaku diketahui berganti pakaian sebanyak tiga kali di titik-titik yang tidak terjangkau kamera CCTV. Mulai dari kaus hitam kombinasi merah, beralih ke kemeja putih, kemudian kembali berganti kaus saat mendobrak pintu, dan terakhir kembali ke kemeja putih saat meninggalkan lokasi. Perilaku ini diduga untuk menghilangkan jejak atau ritual tertentu.
Selain itu, pelaku beraksi tanpa alas kaki, tanpa sarung tangan, dan tanpa penutup wajah. Ia juga membutuhkan tiga kali percobaan untuk menjebol pintu, sempat jatuh saat pintu terbuka, dan beraksi selama kurang lebih 40 menit, dari pukul 04.33 hingga 05.00 WIB.
Kerugian dan Dampak
Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp60 juta. Namun, kerugian yang paling signifikan adalah hilangnya data mustahik dan donatur yang tersimpan dalam perangkat yang dicuri. Data tersebut sangat penting untuk pengelolaan bantuan dan program Baznas, sehingga hilangnya data tersebut memaksa petugas untuk membuka berkas manual dan melakukan input ulang.
Selama delapan tahun menempati lokasi tersebut, kantor Baznas tergolong aman, meskipun hanya mengandalkan keamanan dari satpam gerbang kompleks tanpa satpam internal. Data yang hilang seharusnya disimpan di server atau cloud, sehingga kejadian ini menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan data.
Tindakan Pihak Kepolisian
Polsek Beji segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis pagi, termasuk pengambilan sidik jari, pendataan saksi dan korban, serta mengamankan rekaman CCTV. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa jaket yang tertinggal di lokasi. Polisi terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pencurian ini.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, membenarkan laporan pencurian tersebut dan menyampaikan bahwa kerugian masih dalam proses pendataan.
Pelajaran Keamanan
Insiden ini menjadi perhatian penting bagi lembaga dan instansi terkait dalam meningkatkan keamanan fisik dan digital, terutama terkait penyimpanan data penting. Penggunaan teknologi penyimpanan cloud dan sistem keamanan yang lebih ketat sangat dianjurkan untuk mencegah kejadian serupa.














Tinggalkan Balasan