Media Kampung, Jakarta — PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026. Pada hari pertama perdagangan, saham RANS langsung menyentuh Auto Reject Atas (ARA) setelah melonjak 34,12 persen ke Rp228 per saham dari harga penawaran Rp170 per saham.

Di tengah euforia IPO, isu pencucian uang yang sempat menyeret Raffi Ahmad kembali mencuat. Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, membantah tegas tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa isu itu hanyalah rumor tanpa bukti.

“Kalau mungkin dari masalah pencucian uang itu lebih kepada rumors yang ada daripada faktanya,” ujar Cyril dalam konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta.

Ia mengingatkan bahwa proses IPO telah melalui pemeriksaan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI. Pihak RANS juga telah memberikan bantahan lengkap dalam dokumen setebal ratusan halaman.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama RANS Nagita Slavina mengungkapkan bahwa rencana IPO sudah menjadi mimpi sejak lima tahun lalu. Meski pasar saham tengah bergejolak, perseroan tetap melangkah karena peluang bisnis di industri hiburan semakin terbuka, terutama seiring kebiasaan Gen Z yang konsumtif terhadap konten digital.

Acara pencatatan saham dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Gading Marten, Ariel Noah, dan pengusaha Haji Isam yang disebut Raffi sebagai pemegang saham strategis dengan kepemilikan minimal 1 persen. Haji Isam ikut menekan tombol pembukaan perdagangan dan berfoto bersama jajaran manajemen.

Berdasarkan prospektus, susunan pemegang saham RANS antara lain Raffi Ahmad (78,68%), PT Indonesia Entertainmen Grup (IEG) (9,04%), serta nama-nama lain seperti Kaesang Pangarep (1,14%) dan Hikmat Janika (0,86%). IEG terafiliasi dengan Emtek Group.