Media Kampung, Pangkalpinang — Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T. Sihombing memerintahkan jajarannya untuk mengawasi pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menyusul adanya antrean panjang di sejumlah SPBU di wilayah tersebut. Pengawasan dilakukan untuk memastikan BBM bersubsidi tepat sasaran dan mencegah penyelewengan.

Langkah Pengawasan dan Koordinasi

Viktor mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan audiensi dengan Pertamina dan perwakilan SPBU untuk mengantisipasi masalah distribusi BBM. “Kami melihat problem permasalahan dan solusi-solusi yang akan dibawa ke rapat bersama Pemda besok,” ujarnya, Rabu (15/7/2026). Ia menegaskan bahwa pendistribusian BBM bersubsidi harus sesuai peruntukannya, dan untuk itu pihaknya bekerja sama dengan Pertamina, SPBU, dan Pemerintah Daerah.

Pemerintah Sebut Kenaikan Harga Pertamax karena Menyesuaikan Harga Pasar
Baca juga:
Pemerintah Sebut Kenaikan Harga Pertamax karena Menyesuaikan Harga Pasar

Kapolda juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penyelewengan BBM subsidi. “Yang jelas lalu lintas harus tetap terjaga dan tidak boleh macet, dan penyelewengan BBM subsidi harus bisa diantisipasi. Kami juga akan melakukan tindakan termasuk penegakan hukum,” tegasnya.

Penindakan Tegas Tanpa Pandang Bulu

Viktor menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pandang bulu jika menemukan pelanggaran terkait penyaluran BBM subsidi, termasuk jika ada keterlibatan anggota Polri. “Semua orang punya peluang melakukan pelanggaran. Kita akan menginstruksikan para Kapolres untuk merazia, mengawasi, menindak, menegakkan hukum, bila perlu menyita barang bukti yang sudah melakukan penyelewengan,” katanya.

Penyebab Antrean Panjang di SPBU

Sebelumnya, Sales Area Manager Pertamina Patraniaga Area Bangka Belitung, Satriyo Wibowo Wicaksono, menyebutkan bahwa antrean panjang terjadi akibat pengisian berulang, penggunaan QR code yang sama atau ganda, serta penggunaan nomor polisi palsu. “Banyak kendaraan yang berpindah-pindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk melakukan pengisian berulang. QR Code yang terindikasi melanggar sudah kami blokir, saat ini sudah hampir 500 kendaraan yang diblokir,” ujarnya saat audiensi dengan DPRD Babel, Selasa (14/7/2026).

Andre Rosiade Usul Pembelian Solar Subsidi Wajib Cocokkan QR Code dan STNK untuk Cegah Penyalahgunaan
Baca juga:
Andre Rosiade Usul Pembelian Solar Subsidi Wajib Cocokkan QR Code dan STNK untuk Cegah Penyalahgunaan

Meski demikian, Pertamina memastikan stok BBM di terminal aman hingga tujuh hari ke depan. “Untuk masyarakat Bangka Belitung, stok BBM di terminal kami sebenarnya aman, jadi tidak ada masalah dalam penyaluran asalkan masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan,” kata Satriyo.

Pemerintah Daerah Imbau Masyarakat Tidak Panik

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Penjabat Sekretaris Daerah Fery Aprianto meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menyikapi isu kelangkaan BBM. Berdasarkan laporan sementara dari Pertamina, pasokan BBM di wilayah Bangka Belitung masih dalam kondisi normal. “Kita harapkan masyarakat tidak panik ya pada hal ini,” kata Fery, Rabu (15/7/2026).

Pj Sekda juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying yang justru memicu antrean panjang di SPBU. “Kita harapkan secara normal masyarakat bisa menggunakan atau membeli BBM seperti itu,” ucapnya.

Indonesia Tawarkan Investasi Hulu Migas, Ajak Investor Global Berkolaborasi
Baca juga:
Indonesia Tawarkan Investasi Hulu Migas, Ajak Investor Global Berkolaborasi

Pemerintah provinsi akan segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk memetakan kondisi riil di lapangan dan mengambil langkah cepat jika diperlukan.