Media KampungBumitama Agri Ltd. mencatatkan pendapatan dari bisnis crude palm oil (CPO) sebesar Rp10,27 triliun pada semester pertama tahun 2026, meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi CPO mencapai sekitar 85 persen dari total pendapatan perusahaan yang menunjukkan peran penting komoditas ini dalam pertumbuhan bisnis Bumitama.

Peningkatan Produksi dan Penjualan CPO

Baca juga:

Harga Jual CPO yang Lebih Tinggi

Produksi Didukung Pasokan Tandan Buah Segar (TBS)

Produksi CPO yang meningkat tidak terlepas dari pasokan tandan buah segar (TBS) yang bertambah. Produksi TBS internal Bumitama mencapai 1,86 juta ton, naik 13 persen secara tahunan. Produktivitas juga meningkat dari 9,2 ton per hektare menjadi 10,7 ton per hektare atau naik 16 persen. Total panen TBS perusahaan mencapai sekitar 3 juta ton pada semester pertama 2026, meningkat 10 persen dari 2,73 juta ton pada periode sama tahun sebelumnya.

Baca juga:

Tingkat oil extraction rate (OER) Bumitama juga mengalami peningkatan tipis dari 22,4 persen menjadi 22,5 persen yang turut berkontribusi pada pertumbuhan produksi CPO. Peningkatan rendemen ini menunjukkan efisiensi proses produksi yang semakin baik.

Signifikansi dan Prospek Bisnis CPO Bumitama

Kinerja positif Bumitama pada semester pertama 2026 mencerminkan kekuatan bisnis minyak sawit mentah di tengah dinamika pasar global. Dengan peningkatan produksi, volume penjualan, dan harga jual, CPO tetap menjadi motor utama pendapatan perusahaan. Situasi ini penting bagi pemangku kepentingan, termasuk investor dan pelaku industri sawit, dalam mengevaluasi prospek bisnis Bumitama ke depan.

Baca juga:

Mempertahankan tren pertumbuhan ini akan bergantung pada faktor-faktor seperti keberlanjutan pasokan TBS, stabilitas harga CPO, serta kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan sektor kelapa sawit.