Media Kampung – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan optimisme terhadap perbaikan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan-bulan mendatang, meskipun konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menilai bahwa kondisi rantai pasok dan logistik global yang membaik akan mendukung kelanjutan pemulihan sektor manufaktur nasional.

Pada Juli 2026, PMI Manufaktur Indonesia mencapai 50,2, naik signifikan dari posisi 46,9 pada Juni 2026. Peningkatan ini mencerminkan perbaikan operasional sektor manufaktur pada awal kuartal III tahun 2026.

Baca juga:

Optimisme di Tengah Ketidakpastian Konflik Global

Faisol Riza menyatakan bahwa meskipun eskalasi perang antara AS dan Iran sulit diprediksi kapan akan berakhir, pemerintah yakin akan terjadinya deeskalasi dalam waktu dekat. Hal ini terkait dengan pembicaraan negosiasi yang sedang berlangsung untuk membuka kembali jalur logistik penting yaitu Selat Hormuz yang sempat diblokade.

“Kami mengikuti perkembangan negosiasi antara Amerika dan Iran yang mendekati kesepakatan pembukaan total Selat Hormuz,” ujar Faisol usai acara ISAW Cosmetic Day 2026. Pembukaan kembali jalur logistik ini diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor manufaktur Indonesia, khususnya dalam peningkatan produktivitas dan kinerja ekspor nasional.

Baca juga:

Perbaikan Volume Produksi dan Permintaan

Data dari survei SP Global Market Intelligence menunjukkan adanya peningkatan volume produksi industri manufaktur Indonesia setelah mengalami penurunan selama empat bulan berturut-turut. Ekonom SP Global, Usamah Bhatti, menjelaskan bahwa perbaikan ini mencerminkan stabilisasi penerimaan pesanan baru dan tanda membaiknya kondisi permintaan.

Meski kenaikan harga bahan baku masih menjadi hambatan, perusahaan manufaktur mulai meningkatkan jumlah karyawan untuk mengatasi tekanan kapasitas yang meningkat akibat akumulasi pesanan tertunda, yang merupakan yang tertinggi sejak November 2025.

Baca juga:

Dampak Positif bagi Sektor Manufaktur dan Ekspor

Dengan kondisi global yang semakin membaik, perbaikan rantai pasok dan logistik, serta stabilisasi permintaan, Kemenperin optimistis sektor manufaktur Indonesia akan terus tumbuh. Hal ini juga diharapkan mendukung peningkatan ekspor nasional yang menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia.

Faisol menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong sektor manufaktur agar dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar global.