Media KampungBarcelona berhasil meraih kemenangan penting 3-1 atas Sevilla di Stadion Ramón Sánchez-Pizjuán pada pekan ketujuh LaLiga musim 2026/27. Penampilan gemilang Raphinha dengan hattrick-nya menjadi kunci utama kemenangan tersebut, sekaligus memperlihatkan transformasi taktik yang diterapkan oleh pelatih Hansi Flick.

Meskipun Barcelona memulai pertandingan dengan kesulitan menghadapi tekanan tinggi dari Sevilla, mereka mampu bangkit di babak kedua melalui perubahan strategi yang efektif. Raphinha, yang kini berperan sebagai penyerang tengah, menunjukkan kemampuannya untuk tidak hanya mencetak gol tetapi juga berperan aktif dalam kombinasi serangan. Hansi Flick memastikan bahwa keputusan menggunakan Raphinha sebagai striker bukanlah langkah darurat, melainkan bagian dari strategi yang matang.

Baca juga:

Kemenangan ini juga mengukuhkan posisi Barcelona di puncak klasemen dengan 21 poin dari tujuh pertandingan, dengan rata-rata gol mencapai 4,4 per pertandingan. Namun, pencapaian ini masih belum melampaui rekor legendaris Sevilla pada musim 1940/41 dengan delantera ‘Stuka’ yang mencetak 40 gol dalam tujuh pertandingan pertama, termasuk kemenangan telak 11-1 atas Barcelona, yang merupakan kekalahan terberat dalam sejarah klub Katalan tersebut.

Selain keberhasilan Barcelona, pertandingan ini juga diwarnai kontroversi terkait keputusan wasit Martínez Munuera yang menghentikan permainan saat Sevilla hampir mencetak gol penyama kedudukan, menyebabkan kemarahan dari pihak tuan rumah. Di sisi lain, Sevilla tetap menunjukkan performa yang kuat, terutama di babak pertama, yang membuat pertandingan berjalan ketat.

Baca juga:

Kemenangan ini menegaskan dominasi Barcelona musim ini dengan dukungan dari pemain muda seperti Lamine Yamal dan Fermín López, serta pengaruh besar Raphinha yang baru saja memperpanjang kontraknya hingga 2030. Meski demikian, Barcelona harus mengantisipasi absennya Andreas Christensen yang mengalami cedera otot pada pertandingan tersebut.

Sejarah dan performa terkini memperlihatkan betapa persaingan di LaLiga semakin ketat dan menarik, dengan Barcelona yang terus menunjukkan kapasitasnya sebagai kandidat juara, sementara Sevilla tetap menjadi lawan tangguh dengan tradisi dan semangat juang yang tinggi.

Baca juga: