Media Kampung, Medan – Lidi sawit yang berasal dari pelepah kelapa sawit di Sumatera Utara kini memiliki peluang ekspor ke pasar internasional seperti China, India, dan Pakistan. Komoditas yang sebelumnya dianggap limbah ini mulai menjadi produk bernilai tinggi dengan potensi ekonomi yang menjanjikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Peluang ekspor lidi sawit ini menjadi fokus dalam Webseries Go Ekspor Barantin 10 bertajuk “Lidi Sumut Tembus Pasar Dunia” yang diselenggarakan oleh Karantina Sumatera Utara pada 16 September 2026. Ilham Setiadi, CEO dan Founder PT Arra Setya Abadi, menekankan bahwa keberhasilan ekspor lidi sawit tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan baku, tetapi juga pemenuhan spesifikasi produk yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara tujuan.
Proses Pengolahan dan Pengeringan Lidi Sawit
Pengolahan lidi sawit dimulai dari pelepah kelapa sawit dengan memisahkan daun dari batang menggunakan pisau serut. Setelah penyerutan, lidi diikat dengan berat sekitar 200-300 gram, kemudian dibuka menyerupai kipas dan dijemur di bawah sinar matahari selama dua hingga tiga hari untuk mencapai tingkat kekeringan sekitar 90 persen.
Tahap pengeringan sangat krusial karena lidi harus menempuh perjalanan panjang yang bisa mencapai satu bulan ke negara tujuan. Lidi yang tidak cukup kering berisiko mengalami pertumbuhan jamur, perubahan warna, dan pelapukan yang menurunkan kualitas dan nilai jual produk.
Spesifikasi Ekspor Sesuai Negara Tujuan
Setiap negara tujuan ekspor memiliki persyaratan spesifikasi lidi sawit yang berbeda:
- Pakistan: Lidi reguler dengan panjang 110-120 cm, warna cokelat kekuningan, tingkat kekeringan sekitar 90 persen, dan bagian pangkal lidi masih dipertahankan.
- China: Menerima lidi dengan kombinasi potongan runcing dan rata serta lidi dengan pangkal yang dipotong rata dan rapi. Panjang lidi mulai dari 90 cm dengan warna cerah kuning kecokelatan dan tingkat kekeringan sekitar 90 persen.
Setelah penyortiran berdasarkan ukuran, warna, dan kondisi pangkal, lidi dikemas dalam karung dengan kapasitas 30 hingga 50 kilogram yang dijahit rapat untuk pengiriman.
Potensi dan Dukungan Ekspor Lidi Sawit
Bisnis lidi sawit mulai dikembangkan secara serius sejak 2023 oleh PT Arra Setya Abadi sebagai alternatif produk berbasis kelapa sawit yang mudah dikembangkan oleh UMKM. Bahan baku tersedia melimpah di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Riau, serta didukung oleh keberadaan pelabuhan yang mempermudah proses pengiriman ke luar negeri.
Pengembangan komoditas ini membuka peluang baru bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas jaringan pasar internasional dengan memperhatikan standar dan spesifikasi ekspor yang ketat dari masing-masing negara tujuan.
Kesimpulan
Lidi sawit Sumatera Utara telah membuktikan potensinya menembus pasar global dengan memenuhi persyaratan ekspor yang spesifik untuk setiap negara. UMKM yang ingin memanfaatkan peluang ini perlu fokus pada kualitas produk, terutama proses pengeringan dan penyortiran, agar dapat memenuhi standar internasional dan mempertahankan daya saing di pasar ekspor.












Tinggalkan Balasan