Media Kampung – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digerakkan oleh penyandang disabilitas terus berkembang di Indonesia. Para pelaku usaha ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Kisah inspiratif UMKM disabilitas ini hadir dari Jakarta dan Surabaya, menunjukkan semangat kemandirian yang patut diteladani.
Salah satu pelaku UMKM disabilitas adalah Iin Nurjanah, pendiri Danusantara Food. Usaha yang berdiri sejak awal pandemi ini diberi nama Difa Danusantara, karena digerakkan oleh para difabel. Iin menjelaskan bahwa tujuannya adalah memberdayakan difabel agar mandiri secara ekonomi dan personal. Difa Danusantara memproduksi camilan ringan seperti basreng dan aneka olahan pisang.
Iin juga membuka kesempatan bagi difabel lain untuk menitipkan produk mereka. “Kita kolaborasi dengan teman-teman disabilitas yang mau menaruh makanannya untuk dijual, tetapi mungkin tidak bisa untuk packaging. Di situlah kita bisa bantu,” ujarnya. Tantangan aksesibilitas menjadi kendala utama saat pemasaran melalui bazar, namun Iin bangga mampu memberdayakan banyak rekan difabel.
Di Surabaya, Andi Fuad Rachmadi mendirikan Kedaibilitas sejak 2016. Andi ingin memberdayakan anak-anak disabilitas agar memiliki keterampilan produktif setelah lulus pendidikan. Ia menyadari peluang kerja bagi difabel kecil, sehingga ia membuka peluang sendiri. Kedaibilitas memproduksi donat dan kerajinan tangan, tidak hanya di bidang kuliner tetapi juga kreatif.
Andi mengakui pemasaran masih menjadi tantangan tersulit. Namun, Pemerintah Kota Surabaya memberikan dukungan melalui kebijakan wajib belanja produk UMKM bagi ASN. Kebijakan ini sangat membantu keberlangsungan Kedaibilitas. Andi berpesan bahwa keterbatasan bukan penghalang, karena setiap orang pasti memiliki manfaat bagi sesama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.



Tinggalkan Balasan