Media Kampung – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 2 Juni 2026 yang menghasilkan keputusan penting berupa pembagian dividen tunai sebesar US$ 45,63 juta atau setara Rp 816,14 miliar dengan kurs Rp 17.883 per dolar AS. Dividen ini merupakan 60 persen dari laba bersih perusahaan tahun buku 2025 sebesar US$ 76,06 juta atau sekitar Rp 1,26 triliun.
Nilai dividen yang dibagikan ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah PT Vale, menandai optimisme perusahaan terhadap prospek jangka panjang industri nikel nasional di tengah transisi energi global. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 26 Juni 2026 bagi pemegang saham yang tercatat pada 12 Juni 2026, sementara sisa laba bersih akan dicatat sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan bisnis ke depan.
Sepanjang tahun 2025, Vale menunjukkan pertumbuhan kinerja yang solid dengan laba bersih meningkat 31,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 57,76 juta. Pendapatan perusahaan naik 4 persen menjadi US$ 990,19 juta atau sekitar Rp 16,51 triliun, didukung oleh peningkatan volume pengiriman dan kenaikan tingkat payability nikel matte yang mulai berlaku sejak Juli 2025.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa perusahaan mampu menjaga ketahanan operasional dan profitabilitas di tengah tantangan pasar global. Ia menambahkan, “Dividen yang kami tetapkan hari ini dan kemajuan proyek-proyek HPAL kami mencerminkan keyakinan kami terhadap posisi jangka panjang Indonesia sebagai sumber nikel rendah karbon yang bertanggung jawab bagi transisi energi global.”
Produksi nikel matte PT Vale juga mengalami peningkatan, mencapai 72.027 metrik ton pada 2025, naik dari 71.311 metrik ton pada tahun sebelumnya. Namun, secara triwulanan produksi kuartal IV 2025 menunjukkan penurunan 12 persen dibandingkan kuartal III 2025.
Selain keputusan pembagian dividen, RUPST juga menyetujui perubahan susunan dewan komisaris sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan dan tata kelola perusahaan. Emily Olson mengundurkan diri dari posisi Wakil Presiden Komisaris dan Christopher McCleave dari Komisaris. Sebagai penggantinya, pemegang saham menyetujui pengangkatan Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris, serta Patricia Renee Pegues dan Adam MacMillan sebagai Komisaris.
Perubahan ini diharapkan memperkuat fondasi kepemimpinan yang adaptif dan berintegritas, mampu menjawab dinamika industri mineral kritis yang semakin kompleks, serta mendukung kesinambungan transformasi bisnis dan pengembangan proyek strategis PT Vale ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan