Media Kampung – TLKM, ANTM, dan ACES menebar dividen yield jumbo dari tahun buku 2025. Ketiga saham ini menawarkan tingkat dividen yang cukup tinggi, namun masing-masing memiliki risiko dan peluang yang berbeda.

TLKM membagikan dividen Rp222 per saham, naik 4,7% dibanding tahun sebelumnya. Dividend yield mencapai 7,74% dengan asumsi harga per 11 Juni 2026. Namun, laba bersih TLKM turun 20%, sehingga payout ratio di atas 100%. Manajemen masih aman berkat kas dan free cashflow Rp37-39 triliun, tapi ekspektasi dividen tahun depan bisa kembali ke 80%. Risiko lainnya adalah kasus dugaan fraud laporan keuangan dan korupsi di BBRI.

ANTM membagikan dividen Rp209 per saham, naik 38% dari tahun sebelumnya, dengan dividend yield 7,83%. Laba bersih naik 98%, namun payout ratio diturunkan dari 100% menjadi 70%. Harga saham ANTM saat ini dinilai kurang menarik untuk mengejar dividen, karena volatilitas tinggi. Risiko lainnya adalah kebijakan ekspor satu pintu untuk batu bara dan mineral.

ACES membagikan dividen Rp32 per saham, turun 3% dari tahun sebelumnya, namun laba bersih turun 25%. Payout ratio dinaikkan menjadi 82%, menghasilkan dividend yield 9,09%. Bagi yang ingin trading jangka pendek, ACES bisa menarik menjelang cum-date. Untuk jangka menengah panjang, menunggu ex-date untuk membeli di harga lebih murah sambil menunggu pemulihan daya beli masyarakat bisa menjadi strategi.

Ketiga saham memiliki risiko masing-masing: TLKM dengan kasus korupsi, ANTM dengan konsolidasi harga emas dan kebijakan ekspor, serta ACES dengan daya beli masyarakat rendah. Namun, ada peluang seperti lelang frekuensi 5G untuk TLKM, proyek Dragon untuk ANTM, dan pemulihan laba bersih untuk ACES.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.