Media Kampung – 13 April 2026 | Pasar baru di Ibu Kota Negara (IKN) menampilkan standar fasilitas bak negara maju, dengan penampilan yang tak terduga bagi warga yang terbiasa dengan pasar tradisional. Pengembangan ini menjadi sorotan utama dalam upaya modernisasi pusat perdagangan baru Indonesia.
Bangunan pasar berlokasi di kawasan Bumi Agung, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan resmi dibuka pada 10 Juni 2024 setelah proses konstruksi selama 14 bulan. Proyek tersebut dibiayai oleh pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus untuk infrastruktur IKN.
Desain interior mengusung konsep bersih dan tertata rapi, memanfaatkan material kaca tempered, beton ekspos, serta finishing kayu alami yang menciptakan suasana terang dan luas. Tata letak jalur pedestrian dirancang lebar 3 meter untuk memudahkan pergerakan pengunjung.
Fasilitas modern meliputi pendingin ruangan berkapasitas 12.000 BTU, pencahayaan LED hemat energi, serta sistem keamanan terpadu dengan 48 kamera CCTV yang terhubung ke pusat monitoring. Semua fasilitas tersebut dikelola oleh perusahaan konsultan fasilitas publik berpengalaman.
Pasar menampung sekitar 150 pedagang yang menawarkan ragam produk, mulai dari hasil pertanian lokal, kerajinan tangan, hingga barang impor seperti elektronik ringan. Setiap tenant diberikan ruang kios seluas 3,5 meter persegi dengan standar kebersihan yang ketat.
Sejak pembukaan, diperkirakan rata-rata kunjungan harian mencapai 5.000 orang, dengan puncak pada akhir pekan yang mencatat 7.200 pengunjung. Data tersebut berasal dari sistem penghitung otomatis yang dipasang di pintu masuk utama.
“Kami ingin memberikan pengalaman belanja yang nyaman dan aman, sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah,” ujar Budi Santoso, kepala seksi pemasaran pasar IKN, dalam konferensi pers pada 12 Juni 2024. Ia menambahkan bahwa program pelatihan digital bagi pedagang sedang digulirkan.
Konteks pembangunan IKN yang dipindahkan ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara menjadi latar belakang utama proyek pasar ini, sejalan dengan visi Indonesia 2045 tentang kota pintar dan berkelanjutan. Pemerintah menargetkan IKN menjadi pusat ekonomi baru yang menarik investasi domestik maupun asing.
Pasar ini dirancang sebagai contoh modernisasi perdagangan tradisional, menggantikan model pasar terbuka yang kurang terkelola. Pemerintah berharap model ini dapat direplikasi di daerah lain untuk meningkatkan standar layanan publik.
Secara ekonomi, pasar menciptakan sekitar 300 lapangan kerja langsung, meliputi tenaga penjual, keamanan, kebersihan, dan administrasi. Selain itu, terdapat 120 lapangan kerja tidak langsung pada sektor logistik dan pemasok bahan baku.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal mendapat manfaat signifikan, karena akses ke fasilitas penyimpanan berpendingin memungkinkan mereka menjual produk segar dengan kualitas terjaga. Program subsidi listrik sebesar 30% selama tiga tahun pertama juga membantu menurunkan biaya operasional.
Transportasi menuju pasar sangat mudah, berkat kedekatannya dengan stasiun kereta cepat IKN yang berjarak 500 meter, serta halte bus kota yang melayani rute utama. Area parkir bertingkat menampung hingga 250 kendaraan roda empat.
Untuk mendukung kebijakan hijau, atap pasar dilengkapi panel surya berkapasitas 150 kW yang menghasilkan sekitar 30% kebutuhan listrik harian. Sistem pengelolaan limbah terintegrasi memisahkan organik dan anorganik untuk didaur ulang.
Kebersihan menjadi prioritas utama, dengan tim kebersihan bekerja tiga kali shift setiap hari menggunakan peralatan otomatis. Sistem ventilasi alami dipadukan dengan exhaust fan untuk menjaga kualitas udara interior.
Reaksi warga beragam; sebagian memuji kebersihan dan kenyamanan, sementara sebagian lain khawatir tradisi pasar tradisional akan tergerus. Diskusi publik di forum desa setempat masih berlangsung untuk mencari keseimbangan.
Data penjualan menunjukkan peningkatan omzet rata-rata 20% dibandingkan pasar tradisional di sekitarnya, terutama pada kategori sayur-sayuran dan makanan olahan. Analisis ini dilakukan oleh Badan Pusat Statistik regional pada bulan Juli 2024.
Rencana pengembangan selanjutnya mencakup penambahan area makanan cepat saji, arena pertunjukan seni budaya, serta zona coworking bagi pelaku usaha digital. Semua rencana tersebut dijadwalkan selesai pada akhir 2025.
Pemerintah memberikan dukungan berupa subsidi listrik, pelatihan digital marketing, serta akses permodalan melalui bank BRI untuk pedagang yang ingin mengembangkan usahanya. Program ini diharapkan meningkatkan daya saing pasar secara berkelanjutan.
Namun, tantangan tetap ada, antara lain menjaga biaya operasional agar tidak terlalu tinggi dan memastikan keberlanjutan pemeliharaan fasilitas modern. Strategi mitigasi meliputi audit energi rutin dan kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat.
Pasar IKN terus beroperasi dengan antusiasme tinggi, menarik pengunjung dari berbagai wilayah, sekaligus menjadi simbol konkret modernisasi pusat pemerintahan baru Indonesia. Keberhasilannya diharapkan menjadi model bagi proyek serupa di seluruh negeri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan