Media Kampung – Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menilai efektivitas program ekonomi kreatif (ekraf) sangat bergantung pada dukungan anggaran yang memadai. Meskipun kerja sama lintas sektor Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dinilai cukup baik, ia mengingatkan bahwa tanpa anggaran yang cukup, program tidak akan berjalan maksimal.
Saleh mengapresiasi koordinasi yang dibangun Kemenekraf dengan berbagai kementerian dan lembaga di pusat serta daerah. Menurutnya, langkah ini penting untuk memperluas pengembangan sektor ekonomi kreatif nasional. Namun, ia menegaskan bahwa kolaborasi tersebut tidak akan efektif jika tidak didukung pembiayaan yang memadai.
Ia menjelaskan bahwa anggaran Kemenekraf saat ini mengalami tekanan akibat beberapa kali efisiensi. Akibatnya, sisa anggaran hingga pertengahan tahun relatif kecil dibandingkan kebutuhan program yang masih harus dijalankan. Oleh karena itu, Saleh menekankan perlunya dukungan finansial agar target kerja kementerian tetap tercapai.
Sebelumnya, Komisi VII DPR RI menyetujui usulan penambahan anggaran sebesar Rp937 miliar untuk Kemenekraf sesuai kebutuhan masing-masing unit eselon I. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa tambahan anggaran akan diprioritaskan untuk memperkuat ekosistem ekraf. Program-program yang didorong akan fokus pada pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Riefky menambahkan bahwa Kemenekraf berupaya mendorong produk kreatif daerah agar bisa masuk ke pasar nasional yang sudah kuat, lalu ditingkatkan untuk menembus pasar global. Penguatan kekayaan intelektual (IP), brand, dan produk industri kreatif Indonesia juga menjadi prioritas agar mampu bersaing di pasar internasional dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan