Media Kampung – Mau Bakar Sate, Pria di Ciputat Timur Terbakar usai Siram Arang dengan Bensin menjadi headline utama setelah insiden mengerikan pada Rabu malam, 27 April 2024. Deri Fauzen, pria berusia 29 tahun, mengalami luka bakar serius ketika ia mencoba menyalakan arang untuk memanggang sate di rumah kontrakan Jalan Gelatik Atas, RT 08/09, Kelurahan Rengas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
Latar Belakang Kejadian
Menurut keterangan Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, korban membeli satu liter bensin pertalite di warung terdekat untuk membantu menyalakan arang yang dianggap belum menyala sempurna. Pada pukul 19.30 WIB, Deri mempersiapkan sate yang terbuat dari daging hasil kurban hewan, sebuah tradisi yang biasa dilakukan menjelang hari raya Idul Adha.
Proses Terbakar
Setelah menyiapkan arang, Deri menyadari bara api masih lemah. Ia kemudian menuangkan bensin pertalite ke dalam tempat panggangan sambil menggunakan kipas untuk mempercepat pembakaran. Sayangnya, langkah tersebut berujung pada ledakan kecil yang langsung menyambar tubuhnya. Api melalap hampir 80 persen permukaan kulit, menyebabkan luka bakar derajat berat.
Respon Warga dan Penanganan Medis
Warga sekitar yang mendengar teriakan Deri segera berlari ke lokasi. Mereka berusaha memadamkan api dengan selimut basah dan memanggil layanan darurat. Deri pertama kali dibawa ke RS Helsa untuk penanganan awal, namun kondisi luka yang sangat parah memaksa dokter merujuknya ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman, Jakarta Selatan, untuk perawatan intensif.
Tim medis RSPPN menyatakan bahwa Deri memerlukan perawatan luka bakar total, termasuk dekonsisi, cangkok kulit, dan rehabilitasi jangka panjang. Keluarga korban dan tetangga berharap proses penyembuhan dapat berjalan lancar, meski prognosis masih belum pasti.
Peringatan Keselamatan
Insiden ini menggarisbawahi pentingnya mengikuti prosedur keselamatan saat menyalakan arang atau bahan bakar lainnya. Beberapa poin penting yang disarankan oleh pihak kepolisian dan tenaga medis antara lain:
- Jangan pernah menuangkan bahan bakar cair seperti bensin ke dalam arang yang masih panas atau menyala.
- Gunakan alat penyala khusus (misalnya pemantik listrik) atau kayu bakar sebagai penyalur api.
- Pastikan area pemanggangan berada di ruang terbuka dan jauh dari benda mudah terbakar.
- Selalu siapkan alat pemadam kebakaran ringan seperti pasir, selimut anti api, atau pemadam kebakaran portable.
- Jika terjadi percikan api, matikan segera dengan cara menutup sumber oksigen, bukan dengan menumpahkan cairan mudah terbakar.
Kejadian Mau Bakar Sate, Pria di Ciputat Timur Terbakar usai Siram Arang dengan Bensin menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan risiko kebakaran rumah tangga, terutama pada saat acara memasak di luar ruangan. Pihak berwenang menegaskan bahwa pelanggaran prosedur keselamatan dapat berujung pada konsekuensi fatal, baik bagi pelaku maupun orang di sekitar.
Kasus ini juga membuka diskusi mengenai edukasi keselamatan publik di tingkat komunitas. Pemerintah daerah diharapkan dapat menyelenggarakan sosialisasi rutin mengenai penggunaan bahan bakar yang aman, terutama menjelang hari raya atau acara berskala besar yang melibatkan masak bersama.
Dengan harapan agar tragedi serupa tidak terulang, warga diimbau untuk selalu mengutamakan keamanan, menggunakan peralatan yang tepat, dan menghindari improvisasi berbahaya seperti menuangkan bensin ke arang. Semoga Deri Fauzen dapat memperoleh perawatan optimal dan pulih sepenuhnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan