Media Kampung – Harga Pertamax di Indonesia tercatat menjadi salah satu yang termurah di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan data terkini, harga BBM nonsubsidi ini berada di kisaran Rp16.250 per liter, jauh di bawah rata-rata harga bensin global yang mencapai sekitar Rp20.000 per liter.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa meskipun mengalami kenaikan, harga Pertamax masih lebih murah dibandingkan BBM RON 92 dan 95 di negara-negara tetangga. Pernyataan ini disampaikan melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet.
Perbandingan harga di ASEAN menunjukkan bahwa Singapura menjadi negara dengan harga bensin tertinggi, mencapai sekitar Rp44.975 per liter. Myanmar menyusul dengan harga Rp36.680 per liter, lebih dari dua kali lipat harga Pertamax di Indonesia.
Filipina dan Thailand juga mencatat harga lebih tinggi, masing-masing Rp23.536 dan Rp23.348 per liter. Sementara Vietnam memiliki harga bensin yang hampir setara dengan Indonesia, yaitu antara Rp15.600 hingga Rp16.000 per liter.
Malaysia dan Brunei Darussalam mampu mempertahankan harga lebih murah berkat kebijakan subsidi energi yang ketat. Di Malaysia, harga bensin berkisar antara Rp8.000 hingga Rp16.000 per liter tergantung jenis dan subsidi, terutama untuk RON 95. Brunei mencatat harga sekitar Rp8.900 hingga Rp9.500 per liter, menjadi yang termurah di kawasan karena subsidi besar.
Dengan posisi ini, Indonesia menempatkan Pertamax sebagai salah satu BBM dengan harga paling terjangkau di Asia Tenggara, lebih rendah dari Thailand, Filipina, Myanmar, dan Singapura. Kondisi ini menunjukkan daya saing harga BBM nasional meskipun menghadapi tekanan fluktuasi harga minyak dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan