Media Kampung – Asal usul lagu dendang sahur Siti Fatimah dan Nabi Yusuf yang viral di media sosial berawal dari tradisi masyarakat Maluku. Kedua lagu ini lahir dari kreativitas dua pemuda asal Negeri Latu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, yakni Kamil Tupamahu dan Yusri Mussa. Mereka menciptakan syair bernuansa religi yang digunakan untuk membangunkan warga saat sahur, sebuah tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

Lagu Nabi Yusuf mengangkat kisah Nabi Yusuf, sementara lagu Siti Fatimah terinspirasi dari Fatimah az-Zahra, putri Nabi Muhammad SAW. Penggunaan tokoh penting dalam Islam membuat pesan religius dalam lagu terasa kuat dan mudah diterima masyarakat. Irama khas dan syair sederhana membuat kedua lagu ini mudah diingat dan menarik perhatian berbagai kalangan.

Pada awalnya, lagu-lagu ini hanya dikenal di lingkungan masyarakat Maluku dan dinyanyikan dalam kegiatan sahur keliling. Namun, perkembangan media sosial mengubah jangkauan tradisi tersebut secara signifikan. Video-video penampilan dendang sahur yang diunggah di TikTok, YouTube, dan platform lainnya berhasil menarik perhatian warganet dan menyebar luas ke berbagai daerah di Indonesia.

Keberhasilan kedua lagu ini menunjukkan bahwa tradisi lokal memiliki potensi besar untuk menjadi fenomena budaya populer tanpa kehilangan identitas aslinya. Dari tradisi sederhana di kampung, lagu-lagu tersebut kini dikenal oleh jutaan orang dan menjadi salah satu warna khas Ramadan di Indonesia. Fenomena ini sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Maluku kepada khalayak yang lebih luas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.